Makna Hari Raya Kuningan Pengingat Kemenangan Dharma
- 29 Jun 2026 07:07 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Hari Raya Kuningan menjadi momentum bagi umat Hindu untuk mempertebal keyakinan serta mengamalkan nilai-nilai dharma dalam kehidupan sehari-hari. Perayaan yang menjadi rangkaian penutup Hari Suci Galungan ini juga dimaknai sebagai pengingat agar manusia terus belajar dan mengendalikan diri.
Ketua PHDI Provinsi Bali, I Nyoman Kenak, mengatakan Hari Raya Kuningan merupakan waktu untuk menyampaikan persembahan terakhir kepada leluhur sekaligus memperteguh janji suci kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Momentum ini juga menjadi refleksi atas keberhasilan umat dalam mengendalikan diri selama rangkaian Hari Suci Galungan.
"Hari Kuningan merupakan waktu untuk mengingat kembali janji kepada Tuhan, menghormati leluhur, serta membuktikan bahwa selama Hari Suci Galungan kita mampu mengendalikan diri dan menegakkan dharma," ujarnya.
Menurutnya, makna Kuningan tidak terlepas dari ilmu pengetahuan sebagai bekal utama dalam mengalahkan sifat adharma. Pemahaman yang baik akan ajaran agama menjadi landasan agar umat mampu menjalani kehidupan secara bijaksana.
Dalam pelaksanaannya, umat Hindu melaksanakan berbagai tradisi seperti menghaturkan banten, membuat nasi kuning sebagai simbol kemakmuran, hingga tradisi ngelawang di sejumlah daerah. Seluruh rangkaian tersebut mengandung pesan tentang pentingnya menjaga kebenaran dan keluhuran dharma.
"Di tengah perkembangan zaman dan derasnya arus informasi, umat Hindu harus mampu memilih yang benar dan yang tidak benar. Kunci kemenangan dharma adalah terus belajar dan mengendalikan diri," katanya.
Ia berharap nilai-nilai Hari Raya Kuningan tidak berhenti pada pelaksanaan upacara semata, melainkan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat belajar dan memperbaiki diri, umat Hindu diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dharma.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....