Anak Muda Enggan Bertani, Regenerasi Berjalan Lambat

  • 25 Jun 2026 10:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Sedikitnya generasi muda yang memilih bekerja di sektor pertanian membuat regenerasi petani berjalan lambat. Kondisi ini menjadi perhatian karena sektor pertanian membutuhkan generasi penerus untuk menjaga produksi pangan.

Ketua Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Amerta Giri Lesung, I Kadek Agus Indrawan, mengatakan masih sedikit generasi muda yang memilih bekerja di sektor pertanian. Banyak di antaranya lebih tertarik menekuni pekerjaan di bidang lain.

"Regenerasi petani yang berjalan lambat, karena banyak generasi muda itu memilih bekerja di sektor lain. Ada pun yang bekerja di sektor pertanian, baik itu di luar negeri maupun di dalam negeri, cuma jumlahnya sedikit," ujarnya.

Menurut Agus Indrawan, ketidakpastian pendapatan masih menjadi salah satu faktor yang membuat anak muda enggan terjun ke sektor pertanian. Sebab, hasil yang diperoleh petani bergantung pada panen dan harga komoditas di pasaran.

"Banyak anak muda itu melihat pendapatan di pertanian itu sebenarnya tidak stabil karena bergantungan pada harga pasar dan hasil panen," kata Indrawan.

Agus Indrawan berharap pemerintah terus memberi perhatian pada sektor pertanian, mulai dari kemudahan permodalan, penerapan teknologi, hingga kepastian harga hasil panen. Menurutnya, dukungan tersebut penting agar semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni bidang pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....