PLN Ingatkan Bahaya Layang-layang Dekat Jaringan Listrik
- 25 Jun 2026 06:42 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Musim layang-layang yang tengah berlangsung di Bali kembali berdampak pada keandalan pasokan listrik. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PT PLN (Persero) mencatat 33 gangguan jaringan listrik akibat layang-layang tersangkut di jaringan distribusi maupun transmisi, dengan mayoritas kejadian terjadi dalam dua bulan terakhir.
Meningkatnya gangguan tersebut mendorong PLN mengintensifkan edukasi keselamatan ketenagalistrikan kepada masyarakat guna mencegah terulangnya pemadaman dan risiko kecelakaan akibat aktivitas bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik. Berdasarkan data PLN, dari total 33 kejadian gangguan yang terjadi selama semester pertama 2026, sebanyak 30 kasus tercatat pada periode Mei hingga Juni.
Peningkatan ini sejalan dengan tingginya aktivitas masyarakat bermain layang-layang saat musim angin dan masa libur sekolah. Sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, PLN bersama unsur distribusi dan transmisi di Bali menggelar talkshow bertajuk “Bijak Bermain Layang-Layang untuk Keselamatan Ketenagalistrikan” melalui Radio RPKD FM.
Dalam kegiatan tersebut, Team Leader K3L PLN UP2D Bali, Ari Hidayanto, menjelaskan bahwa musim layang-layang yang berlangsung setiap April hingga September berpotensi meningkatkan risiko gangguan kelistrikan apabila dimainkan di sekitar jaringan listrik.
"Layang-layang yang tersangkut pada jaringan distribusi maupun transmisi dapat menyebabkan gangguan pasokan listrik sekaligus membahayakan keselamatan masyarakat," ujarnya.
Edukasi juga disampaikan oleh Team Leader K3L dan Keamanan PLN ULP Sanur, Made Aris Prasetya, Team Leader K3 dan Keamanan PLN UPT Bali, AA Sutrisna Dwi Putra, serta Gusti Ngurah Puja Mantrawan. PLN mengingatkan masyarakat agar menerbangkan layang-layang di lokasi yang aman dan jauh dari jaringan listrik, tidak menggunakan benang atau material yang bersifat konduktif, serta tidak menginapkan layang-layang di udara.
Selain itu, masyarakat diminta segera melaporkan kepada PLN apabila menemukan layang-layang yang tersangkut pada jaringan listrik dan tidak mencoba mengambilnya sendiri karena berisiko menimbulkan kecelakaan.
Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, mengatakan gangguan akibat layang-layang masih menjadi salah satu penyebab utama terganggunya pasokan listrik selama musim angin di Bali.
“Gangguan akibat layang-layang masih menjadi salah satu penyebab terputusnya pasokan listrik di Bali. Dari 33 kejadian yang kami catat sepanjang semester pertama tahun ini, sebagian besar terjadi dalam dua bulan terakhir. Karena itu kami mengajak masyarakat memilih lokasi bermain yang aman dan tidak berada di sekitar jaringan listrik agar tradisi bermain layang-layang tetap dapat dinikmati tanpa mengganggu keselamatan maupun keandalan pasokan listrik,” katanya.
Sementara itu, Penyiar Radio RPKD FM, Bambang Hariyadi, mengapresiasi langkah PLN yang memanfaatkan media radio sebagai sarana edukasi publik.
“Melalui talkshow ini masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai risiko bermain layang-layang di dekat jaringan listrik. Edukasi seperti ini penting untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga keselamatan dan keandalan pasokan listrik,” ujarnya.
Selain sosialisasi, PLN juga terus melakukan patroli dan inspeksi jaringan listrik, terutama di wilayah yang rawan gangguan akibat layang-layang. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan dan memastikan masyarakat memperoleh layanan listrik yang aman dan berkelanjutan.
PLN mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan layang-layang yang tersangkut di jaringan listrik melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, kantor PLN terdekat, maupun kanal media sosial resmi PLN agar dapat ditangani petugas secara cepat dan aman.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, tradisi bermain layang-layang yang telah menjadi bagian dari budaya Bali diharapkan tetap dapat berlangsung tanpa mengganggu keselamatan warga maupun keandalan pasokan listrik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....