Pemprov Bali Siapkan Jegeg Bagus 2026 sebagai Duta Pariwisata Berbasis Budaya

  • 22 Jun 2026 08:21 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Pemerintah Provinsi Bali terus memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan pariwisata berbasis budaya melalui ajang Pemilihan Jegeg Bagus Bali Tahun 2026. Hal tersebut ditandai dengan penyelenggaraan Press Conference dan Sashing Ceremony Finalis Jegeg Bagus Bali 2026 di Living World Denpasar, Jumat, 19 Juni 2026.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, mengatakan ajang Jegeg Bagus bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari pembinaan generasi muda untuk mendukung arah pembangunan pariwisata Bali yang berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Dalam sambutannya, Sumarajaya menjelaskan tema Pemilihan Jegeg Bagus Bali 2026, yakni "Prananing Atma Raksa", merepresentasikan semangat menjaga budaya, tradisi, dan kearifan lokal sebagai identitas utama pariwisata Bali.

Menurutnya, tema tersebut sejalan dengan visi pembangunan daerah melalui nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, sekaligus memperkuat filosofi Tri Hita Karana sebagai fondasi pembangunan pariwisata Bali. Ia menegaskan bahwa di tengah persaingan industri pariwisata global yang semakin kompetitif, Bali harus tetap mempertahankan identitas budaya sebagai keunggulan utama.

"Keunggulan Bali sesungguhnya terletak pada harmonisasi antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, dan manusia dengan alam sebagaimana filosofi Tri Hita Karana yang telah menjadi fondasi pembangunan pariwisata Bali. Oleh karena itu, kepada para Jegeg Bagus Bali tidak hanya berperan nantinya sebagai ikon pariwisata Bali, tetapi juga sebagai duta yang mampu menyuarakan nilai-nilai luhur budaya Bali, mengedukasi masyarakat dan wisatawan tentang pentingnya pelestarian budaya dan lingkungan, serta menjadi agen perubahan yang menginspirasi generasi muda untuk mencintai dan menjaga alam Bali yang indah ini," ujar Sumarajaya.

Ia juga mengajak seluruh finalis memanfaatkan kompetisi tersebut sebagai sarana pengembangan diri, tidak hanya melalui penampilan, tetapi juga kecerdasan, kepedulian sosial, kemampuan komunikasi, serta dedikasi dalam mempromosikan pariwisata Bali secara positif dan berkelanjutan. Sumarajaya menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali secara konsisten melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Jegeg Bagus setiap tahun agar memiliki kontribusi yang semakin nyata terhadap sektor pariwisata.

"Jadi acara ini memang salah satu pembinaan kita dalam rangka menjalankan misi pariwisata kita yaitu berbasis budaya, berkualitas, dan bermartabat. Artinya budaya ini memang kita harus kembangkan bukan saja pada pelaku-pelaku usaha tetapi pada generasi muda kita juga. Nah ini salah satu kegiatan yang kita lakukan untuk bagaimana generasi muda kita ikut ambil bagian di dalam kegiatan pariwisata, mungkin nanti kita pergunakan untuk promosi dan lain sebagainya agar pariwisata ke depan juga berkelanjutan," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya telah menentukan arah pengembangan Jegeg Bagus sebagai duta pariwisata Bali yang mampu mendukung promosi sekaligus pelestarian budaya daerah. "Kita selalu setiap tahun melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan ini. Dan kita sudah menemukan satu arah bahwa memang Jegeg Bagus ini akan kita arahkan untuk menjadi duta kita di pariwisata sehingga memang betul-betul nanti bisa membantu kita dan juga melestarikan atau melanjutkan industri pariwisata kita. Karena industri pariwisata kita juga berbasis budaya, otomatis mereka juga harus memahami tentang budaya kita. Ini berjalan seiring antara bagaimana kita membangun generasi muda yang cinta budaya dan cinta pariwisata kita di Bali," katanya.

Sumarajaya berharap seluruh rangkaian Pemilihan Jegeg Bagus Bali Tahun 2026 dapat berjalan lancar serta menghasilkan duta wisata yang mampu berkontribusi nyata bagi pengembangan pariwisata Bali. "Yang pertama tentu kita harapkan bisa lancar dan nanti yang terpilih betul-betul nanti bisa berperan membantu masyarakat Bali dalam mensosialisasikan program-program pariwisata kita," harapnya.

Ajang Jegeg Bagus Bali 2026 diikuti perwakilan terbaik dari seluruh kabupaten/kota di Bali yang telah melalui proses seleksi di daerah masing-masing. Selain menjadi ikon pariwisata, para finalis diproyeksikan menjadi agen perubahan yang mampu memperkuat promosi pariwisata berbasis budaya sekaligus mengajak generasi muda menjaga identitas dan kelestarian budaya Bali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....