Berkah Galungan Pasar Pergung: Parkir Rumah Warga Raup Jutaan

  • 20 Jun 2026 16:13 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana: Momentum Hari Raya Galungan dan Kuningan tidak hanya membawa kesucian spiritual, tetapi juga menjadi ladang rezeki musiman bagi warga Desa Adat Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Pasar rakyat legendaris yang akrab disapa "Mall TC" (Tegalcangkring) ini kembali terbukti ampuh menggerakkan urat nadi perekonomian melalui penyediaan jasa parkir kendaraan.

Pasar musiman yang telah eksis secara turun-temurun sejak era 1970-an ini menjadi pendapatan ekonomi yang sangat dinantikan masyarakat. Warga sekitar yang memiliki halaman rumah luas memanfaatkan pekarangan mereka sebagai tempat parkir temporer bagi kendaraan roda dua maupun roda empat para pengunjung pasar.

Ketua Panitia Pasar Adat Pergung, I Gusti Ngurah Budana, mengungkapkan bahwa pemanfaatan pekarangan warga ini sekaligus menjadi solusi untuk mencegah kemacetan parah di jalur nasional Denpasar–Gilimanuk. Pihaknya mencatat ada sembilan titik kantong parkir utama yang dikelola langsung oleh warga, terbagi atas lima titik di sisi utara dan empat titik di sisi selatan pasar. Fenomena ini bahkan meluas hingga ke desa pendamping seperti Desa Pohsanten dan Kelurahan Tegalcangkring.

Dari perputaran uang di sektor informal ini, keuntungan yang diraup warga tergolong fantastis. Selama penyelenggaraan momentum Galungan dan Kuningan, satu kepala keluarga diperkirakan mampu mengantongi pendapatan bersih berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5 juta, tergantung dari kapasitas luas halaman yang mereka miliki.

Menariknya, pendapatan tersebut sepenuhnya menjadi hak milik warga. Pihak panitia menegaskan tidak memungut retribusi atau kontribusi sepeser pun.

"Sampai event selesai, perputaran itu bisa mencapai Rp4 juta sampai Rp5 juta yang bisa mereka hasilkan. Panitia tidak meminta kontribusi, itu murni hasil warga, sehingga terjadi peningkatan ekonomi yang sangat dinantikan oleh mereka," ujar Budana saat ditemui di lokasi pasar, Rabu 16 Juni 2026.

Mengingat besarnya dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, Budana berharap tradisi pasar adat yang menempati lahan milik Pemkab Jembrana ini dapat terus berjalan secara berkesinambungan. Dukungan penuh dari pemerintah, aparat, dan sinergi masyarakat setempat menjadi kunci utama agar roda perekonomian lokal dapat terus menggeliat di setiap musim perayaan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....