Unud Gandeng BaliCEB Kembangkan Industri MICE
- 10 Jun 2026 12:17 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Universitas Udayana memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Bali melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Bali Convention and Exhibition Bureau (BaliCEB). Kesepakatan tersebut ditandatangani bertepatan dengan pelantikan pengurus BaliCEB periode 2026–2031 yang berlangsung di The Meru Sanur, Denpasar, Jumat, 5 Juni 2026.
Penandatanganan kerja sama tersebut dihadiri langsung Rektor Universitas Udayana, Prof. Ir. I Ketut Sudarsana, S.T., Ph.D., sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri pariwisata dalam mendorong pembangunan sektor Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE) yang berkelanjutan di Bali. Pelantikan pengurus BaliCEB periode 2026–2031 dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Nomor 001/SK/BaliCEB/VI/2026. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa, Gubernur Bali Wayan Koster, serta para pemangku kepentingan dan pelaku industri pariwisata dari berbagai sektor.
Kolaborasi antara Universitas Udayana dan BaliCEB semakin diperkuat dengan keterlibatan akademisi Unud dalam struktur kepengurusan organisasi tersebut. Guru Besar Pariwisata Berwawasan Lingkungan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana, Prof. Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si., resmi dipercaya sebagai Dewan Pakar BaliCEB periode 2026–2031. Kehadiran Prof. Sunarta diharapkan mampu memberikan kontribusi akademis dan landasan ilmiah dalam merumuskan arah pengembangan industri MICE di Bali agar tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan, pelestarian lingkungan, dan kearifan lokal yang menjadi identitas Pulau Dewata.
Ketua Umum BaliCEB periode 2026–2031, Ketut Jaman, menyampaikan optimismenya terhadap prospek industri MICE Bali di masa mendatang. Menurutnya, Bali tidak hanya didukung fasilitas hotel dan venue bertaraf internasional, tetapi juga memiliki keunggulan budaya, spiritualitas, kreativitas, serta keramahan masyarakat yang menjadi nilai tambah dibandingkan destinasi lain di dunia.
“Keberhasilan Bali menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional seperti KTT G20 dan World Water Forum menunjukkan kapasitas yang dimiliki daerah ini untuk terus berkembang sebagai destinasi quality tourism dan pusat kegiatan MICE berkelas dunia,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mendorong pengurus BaliCEB untuk menyusun program kerja yang terukur dan berorientasi pada hasil dalam lima tahun ke depan. Ia juga berencana mengundang jajaran pengurus BaliCEB bersama mitra strategis untuk membahas arah pembangunan pariwisata Bali secara lebih komprehensif dan berkelanjutan.
Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, mengapresiasi pengukuhan pengurus BaliCEB sekaligus kolaborasi yang terjalin dengan perguruan tinggi. Berdasarkan data International Congress and Convention Association (ICCA), Bali berhasil menempati peringkat ke-38 dunia dengan menyelenggarakan 54 pertemuan internasional sepanjang 2024.
“Dengan dukungan infrastruktur yang terus berkembang dan kekayaan budaya yang autentik, Bali memiliki peluang besar untuk bersaing dengan destinasi MICE global. Yang terpenting, setiap penyelenggaraan event harus memberikan manfaat ekonomi sekaligus berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Ni Luh Puspa.
Melalui penandatanganan MoU ini, Universitas Udayana menegaskan perannya sebagai mitra strategis pemerintah dan industri dalam pengembangan sektor pariwisata. Sinergi tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk mendukung terwujudnya Bali sebagai pusat MICE internasional yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....