Tantangan Infrastruktur dan Sampah Masih Membayangi Pariwisata Bali

  • 07 Jun 2026 17:32 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Infrastruktur dan pengelolaan sampah masih menjadi tantangan utama yang dihadapi sektor pariwisata Bali. Kondisi tersebut dinilai perlu segera ditangani untuk mendukung terwujudnya pariwisata Bali yang berkelanjutan dan berkualitas.

Ketua Aliansi Masyarakat Pariwisata Bali sekaligus Ketua Umum DPP Nawa Cita Pariwisata Indonesia, Gusti Kade Sutawa kepada RRI.CO.ID, Senin, 1 Juni 2026 mengatakan persoalan kemacetan masih menjadi keluhan utama wisatawan, terutama di sejumlah kawasan wisata populer seperti Jimbaran, Ungasan, Kuta, Seminyak dan Canggu. Menurutnya, kemacetan yang terjadi saat musim liburan atau peak season berpotensi mengurangi kenyamanan wisatawan selama berkunjung ke Bali.

"Yang pertama soal kemacetan itu," ujarnya.

Selain kemacetan, Sutawa menilai persoalan sampah kiriman yang kerap muncul di kawasan pantai juga perlu mendapat perhatian serius. Ia mendorong adanya koordinasi lintas daerah, termasuk dengan Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat, untuk mencari solusi penanganan sampah sebelum mencapai pesisir Bali.

Ia juga menyoroti pentingnya percepatan penyelesaian berbagai proyek pengelolaan sampah, termasuk pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang saat ini tengah disiapkan pemerintah. Menurutnya, berbagai persoalan tersebut harus segera ditangani agar tidak memengaruhi citra pariwisata Bali di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sutawa menambahkan, kondisi infrastruktur menuju sejumlah destinasi wisata juga perlu mendapat perhatian. Ia menilai masih terdapat jalan menuju objek wisata yang sempit maupun rusak sehingga berpotensi mengurangi kualitas pengalaman wisatawan.

"Kalau kualitas infrastrukturnya kurang memadai, saya rasa enggak cocok," ungkapnya.

Selain persoalan daerah, sektor pariwisata juga menghadapi tantangan global berupa kenaikan harga avtur yang dipicu ketidakpastian geopolitik internasional. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya harga tiket pesawat yang berpotensi memengaruhi jumlah perjalanan wisata, khususnya wisatawan domestik.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi sektor pariwisata. Menurutnya, Bali memiliki modal kuat sebagai destinasi wisata dunia karena didukung budaya, keramahan masyarakat, serta keindahan alam yang menjadi daya tarik utama wisatawan.

"Budaya Bali yang dominan itu menyebabkan turis kembali," katanya.

Sutawa berharap berbagai persoalan mendasar seperti kemacetan, sampah, infrastruktur, hingga aksesibilitas dapat segera ditangani sehingga pariwisata Bali tetap tumbuh secara berkelanjutan dan mampu bersaing di tingkat global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....