Bupati Badung Jadikan PKB Wadah Pelestarian Budaya dan Pariwisata

  • 07 Jun 2026 17:35 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung – Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan bahwa Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Badung bukan sekadar agenda tahunan atau ajang pertunjukan seni, melainkan menjadi wahana pelestarian budaya yang berperan sebagai hulu pembangunan pariwisata di Bali. Hal tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat membuka Pesta Kesenian Bali Kabupaten Badung, Minggu, 7 Juni 2026.

Menurutnya, esensi penyelenggaraan PKB harus dipahami lebih dalam sebagai upaya menjaga keberlangsungan seni, tradisi, dan budaya Bali agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengatakan masyarakat tidak boleh memandang PKB hanya sebagai kegiatan berkumpul atau menyaksikan perlombaan seni.

Di balik pelaksanaannya, terdapat tujuan utama berupa pelestarian budaya yang menjadi identitas sekaligus kekuatan Bali. Ia mengungkapkan bahwa pelaksanaan PKB mengandung unsur pelestarian karena menjadi ruang untuk mempertahankan seni, tradisi, dan budaya agar tidak punah.

Menurutnya, tujuan utama PKB adalah menjaga warisan budaya yang selama ini menjadi kekuatan Bali, khususnya Kabupaten Badung. Ia menegaskan bahwa seni dan budaya yang bernafaskan nilai-nilai Hindu telah memberikan manfaat besar bagi Bali karena menjadi daya tarik utama kunjungan wisatawan.

Bupati Badung Adi Arnawa menjelaskan bahwa keberadaan seni budaya tidak hanya menambah khazanah kebudayaan daerah, tetapi juga menjadi magnet yang mendorong wisatawan datang ke Bali. Karena itu, keberlanjutan seni budaya harus dijaga melalui sebuah ajang yang mampu merawat dan mengembangkan karya-karya budaya, salah satunya melalui PKB.

Menurutnya, penyelenggaraan PKB yang telah berlangsung selama puluhan tahun harus dimaknai sebagai proses menjaga apa yang sudah dimiliki agar tetap lestari. Ia menilai pelestarian berarti mempertahankan nilai-nilai budaya sehingga tidak hilang ataupun punah di tengah perubahan zaman.

Selain sebagai wahana pelestarian, Bupati juga menekankan bahwa PKB harus menjadi ruang pengembangan kreativitas. Ia mengatakan seni budaya tidak boleh berhenti pada bentuk yang sama dari tahun ke tahun, melainkan perlu terus berkembang melalui inovasi yang tetap berpijak pada akar tradisi.

Adi Arnawa mengungkapkan bahwa masyarakat maupun wisatawan akan selalu menaruh rasa ingin tahu terhadap karya-karya baru yang ditampilkan dalam setiap penyelenggaraan PKB. Rasa penasaran itulah yang menurutnya mampu mendorong meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali.

Ia mencontohkan fenomena lomba ogoh-ogoh yang setiap tahun selalu dinantikan masyarakat karena menghadirkan kreativitas baru. Menurutnya, konsep serupa perlu terus dikembangkan dalam PKB sehingga masyarakat menunggu inovasi yang akan ditampilkan pada penyelenggaraan berikutnya.

Bupati Badung juga meminta Dinas Kebudayaan beserta seluruh jajaran dan para seniman untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan PKB. Ia berharap penyelenggaraan PKB ke depan tidak hanya mengikuti pola rutin, tetapi mampu menghadirkan pembaruan yang signifikan tanpa meninggalkan akar budaya Bali.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PKB harus menjadi wadah yang memberikan ruang bagi para seniman, termasuk generasi muda, untuk berkarya dan berinovasi. Dengan demikian, PKB tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga melahirkan karya-karya seni baru yang dapat memperkuat identitas budaya Bali.

Menurut Adi Arnawa, keberhasilan menjaga budaya berarti turut menjaga keberlanjutan pariwisata. Ia menyatakan bahwa pariwisata Bali memiliki hulu berupa kebudayaan, sehingga apabila budaya tetap lestari maka daya tarik wisata juga akan terus terjaga.

"Melalui PKB ini, kita berharap bagaimana kita selalu bicara bahwa pariwisata kita itu hulunya adalah budaya. Mulai PKB inilah kita persiapkan, kita amankan bahwa kita lestarikan apa yang menjadi daya tarik daripada budaya Bali terhadap para wisatawan," ungkap Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa Bali tidak memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, tetapi memiliki kebudayaan adiluhung yang menjadi kekuatan utama daerah. Oleh sebab itu, menjaga budaya sama artinya dengan menjaga masa depan ekonomi dan pariwisata Bali, khususnya Kabupaten Badung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....