Konservasi Cemara Panda Jadi Fokus Kebun Raya Bali

  • 29 Mei 2026 18:29 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Tabanan - Kebun Raya Bali terus melakukan upaya konservasi berbagai tanaman langka, salah satunya Cemara Panda yang kini populasinya mulai berkurang di alam. Tanaman khas Bali tersebut diperbanyak sebagai langkah menjaga kelestarian flora endemik agar tidak mengalami kepunahan.

Staf Edukasi Kebun Raya Bali, Komang Sandiasa, mengatakan pihaknya bersama BRIN terus berkolaborasi melakukan konservasi tanaman langka. Menurutnya, Kebun Raya Bali berfokus menjaga tanaman yang sudah ada sekaligus memperbanyak spesies yang terancam punah.

“Cemara Panda itu karena memiliki kualitas kayu yang bagus sehingga sering digunakan untuk bahan bangunan. Karena itu, kami berusaha memperbanyak tanaman tersebut supaya tetap lestari,” ujarnya.

Ia menjelaskan Cemara Panda merupakan tanaman asli Bali yang banyak tumbuh di kawasan dataran tinggi seperti Bedugul hingga Danau Tamblingan. Tingginya pemanfaatan kayu cemara yang disebut memiliki kualitas hampir setara jati membuat keberadaan tanaman tersebut semakin berkurang di alam.

Komang Sandiasa menyebut penentuan status tanaman langka dilakukan berdasarkan data International Union for Conservation of Nature (IUCN). Jika populasi tanaman berada di bawah jumlah tertentu, maka konservasi dan perbanyakan segera dilakukan.

“Ketika populasinya sangat sedikit, maka kami harus segera melakukan perbanyakan agar tanaman tersebut tidak punah,” katanya.

Menurutnya, Kebun Raya Bali telah memperbanyak lebih dari 50 jenis tanaman langka sejak berkolaborasi dengan BRIN. Selain melakukan pembibitan, hasil konservasi juga didistribusikan untuk mendukung penanaman kembali di kawasan hutan.

Salah satu kegiatan yang dilakukan yakni mendukung penanaman ulang pohon cemara di kawasan Danau Tamblingan bersama komunitas lingkungan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem dan kelestarian hutan di Bali.

Namun, proses perbanyakan Cemara Panda disebut tidak mudah. Komang Sandiasa menjelaskan pencarian benih harus dilakukan langsung dengan memanjat pohon karena biji yang jatuh ke tanah sering tidak tumbuh akibat kondisi tanah di sekitar akar yang cenderung kering.

“Untuk menjadi bibit kecil saja membutuhkan waktu sekitar lima sampai enam bulan. Setelah satu tahun baru bisa ditanam kembali di lokasi,” jelasnya.

Selain Cemara Panda, Kebun Raya Bali juga terus melakukan konservasi berbagai jenis tanaman lain yang mulai langka. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga keberagaman hayati Bali agar tetap lestari untuk generasi mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....