Menko Muhaimin Pastikan Jaminan Sosial Beri Manfaat Nyata

  • 09 Jul 2026 09:14 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar memastikan bahwa program jaminan sosial ketenagakerjaan memberikan manfaat nyata bagi para pekerja. "Saya ingin memastikan bahwa pelayanan berjalan dengan lancar, memastikan bahwa manfaat BPJS Ketenagakerjaan ini nyata bagi para pekerja," ujarnya pasca meninjau langsung pelayanan di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bali Denpasar, Rabu 8 Juli 2026.

Muhaimin juga mengingatkan agar pekerja bijak dalam memanfaatkan Jaminan Hari Tua (JHT) sehingga dapat memberikan manfaat yang optimal saat memasuki masa pensiun atau sudah tidak bekerja. “Kita berharap JHT ini dijaga dulu, jangan di ambil supaya nanti keberlangsungan manfaat itu terjaga,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Muhaimin juga memberikan perhatian khusus terhadap perlindungan pekerja informal. Ia mendorong pemerintah daerah untuk terus memperluas cakupan perlindungan bagi kelompok pekerja tersebut.

“Kepada para pekerja informal untuk terus diperhatikan oleh pemerintah daerah. Juga akan kita upayakan berbagai cara agar para pekerja informal juga memiliki kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Muhaimin.

“Ini bukti bahwa negara terus jadi bagian agar seluruh para pekerja kita mendapatkan pelindungan jaminan sosial,” imbuhnya.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Trisna Sonjaya di tempat yang sama menyambut baik kehadiran Menko PM di Kantor Cabang Bali Denpasar. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian negara untuk memastikan para pekerja mendapatkan layanan jaminan sosial ketenagakerjaan yang terbaik.

“Sejalan dengan salah satu fokus utama BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Care, kami terus memperkuat kualitas layanan untuk mewujudkan seamless protection, sehingga peserta dapat mengakses layanan dan memperoleh manfaat secara mudah, cepat, serta berkesinambungan,” ujar Trisna.

Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui Jamsostek Mobile (JMO) sebagai super apps yang memungkinkan peserta mengakses berbagai layanan kapan saja dan di mana saja. Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan fitur antrean online bagi peserta yang membutuhkan layanan di kantor cabang.

“Inovasi ini memberikan kepastian waktu pelayanan, menciptakan suasana kantor cabang yang lebih kondusif, serta meningkatkan kenyamanan peserta,” jelasnya.

Selain memperkuat layanan digital, BPJS Ketenagakerjaan juga terus mendekatkan akses layanan secara fisik kepada peserta. Saat ini, BPJS Ketenagakerjaan hadir di seluruh Indonesia melalui 318 kantor cabang dan 599 unit layanan, serta bekerja sama dengan lebih dari 5.000 Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).

Menurut Trisna, luasnya jaringan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan peserta mendapatkan akses layanan yang semakin dekat dan mudah, khususnya ketika pekerja mengalami risiko kecelakaan kerja dan membutuhkan pelayanan medis. Secara nasional, selama Januari hingga Mei 2026, BPJS Ketenagakerjaan telah membayarkan manfaat kepada 1,7 juta peserta dengan total nilai mencapai Rp25,4 triliun.

Menurut Trisna, realisasi tersebut menunjukkan besarnya peran program jaminan sosial ketenagakerjaan dalam memberikan perlindungan nyata kepada pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko. “Kami berkomitmen untuk terus memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta, serta memastikan setiap pekerja dapat merasakan manfaat program jaminan sosial ketenagakerjaan secara nyata,” tutup Trisna.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Bali Denpasar Adventus Edison Souhuwat menyampaikan pelayanan saat ini telah didukung sistem teknologi informasi dan standar pelayanan yang terus ditingkatkan. BPJS Ketenagakerjaan juga menyiapkan sejumlah inovasi layanan.

Salah satunya adalah peluncuran klaim center yang dijadwalkan berlangsung pekan depan. Layanan tersebut memungkinkan proses klaim dilakukan secara daring dan peserta hanya menjalani tahap wawancara.

“Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan juga menyediakan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) bagi peserta, antara lain untuk pembiayaan rumah, uang muka rumah, renovasi rumah, hingga dukungan bagi pengembang perumahan,” imbuh Adventus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....