Empat Pasang Curik Bali Dilepasliarkan di Desa Pejeng Gianyar

  • 25 Mei 2026 08:06 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Gianyar- Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama Friends of Nature, People and Forests (FNPF) melepasliarkan empat pasang Burung Curik Bali di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Jumat 22 Mei 2026. Pelepasliaran ini menjadi bagian dari upaya pelestarian satwa endemik Bali yang kini berstatus kritis di alam liar.

Sebanyak delapan ekor Curik Bali yang terdiri dari empat jantan dan empat betina dilepasliarkan di empat lokasi berbeda, yakni kawasan Pura Dalem Tengaling, Puri Agung Somanegara Pejeng, Pura Pusering Jagat, dan Mai Organic. Sebelum dilepasliarkan, satwa tersebut telah menjalani proses habituasi selama satu bulan guna memastikan kesiapan beradaptasi di habitat alaminya.

Ornitolog Universitas Udayana, Prof. Dra. Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni, M.Sc., Ph.D., mengatakan keberhasilan pelepasliaran Curik Bali sangat dipengaruhi kesiapan habitat dalam menyediakan sumber pakan alami dan ruang hidup yang memadai. Menurutnya, keberadaan vegetasi lokal menjadi faktor penting bagi keberlangsungan hidup satwa tersebut di alam.

“Pelepasliaran tidak berhenti pada saat burung dilepas ke alam, tetapi harus diikuti dengan kesiapan habitat yang mampu mendukung keberlangsungan hidupnya. Keberadaan pohon-pohon lokal yang menghasilkan biji dan buah sangat penting untuk menunjang kebutuhan pakan alami Curik Bali sehingga peluang adaptasi dan berkembang biak di alam menjadi lebih baik,” ujar Prof. Eswaryanti.

Kepala Seksi KSDA Wilayah II BKSDA Bali, Raden Danang Wijayanto, mengapresiasi sinergi masyarakat dan berbagai pihak dalam mendukung pelestarian Curik Bali. Ia berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam menjaga habitat dan keberlangsungan satwa endemik Bali tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan pelepasliaran Curik Bali yang diinisiasi oleh FNPF bersama masyarakat Desa Pejeng dan seluruh pihak yang terlibat. Harapannya kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lainnya untuk bersama-sama menjaga habitat dan keberlangsungan Curik Bali sebagai satwa endemik kebanggaan Bali,” ujar Raden Danang Wijayanto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....