Pasar Sepi, Pembeli Hewan Kurban di Jembrana Pilih 'Potong Kompas'
- 21 Mei 2026 15:05 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Menjelang Hari Raya Idul Adha, lesunya aktivitas ekonomi mulai dirasakan oleh para pedagang hewan kurban di Kabupaten Jembrana, Bali. Salah satu lapak penjualan terbesar milik Haji Mubin di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara kini tampak sepi dari hiruk-pikuk pembeli.
Tahun ini, Haji Mubin mengaku harus gigit jari lantaran permintaan hewan kurban, khususnya kambing, merosot tajam hingga 25 persen dibandingkan tahun lalu. Jika pada Idul Adha sebelumnya ia mampu menjual lebih dari 250 ekor kambing, kini pesanan yang masuk bahkan belum menyentuh angka 200 ekor.
Ironisnya, penurunan omzet ini terjadi di tengah melimpahnya stok kambing di tingkat peternak lokal. Selain karena faktor daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, perubahan perilaku konsumen diduga kuat menjadi pemicu utama.
Banyak warga kini memilih "potong kompas" dengan membeli hewan kurban langsung dari peternak tradisional, atau melalui jaringan kepanitiaan kurban yang baru. "Kalau permintaan tahun ini, di tempat saya memang agak menurun dibanding tahun lalu. Ini mungkin karena ada pergantian kepanitiaan hewan kurban, jadi mungkin dari panitia sudah punya tempat lain untuk memesan hewan kurban," kata Haji Mubin, ditemui di rumahnya, Rabu 20 Mei 2026.
" Penurunan ada sekitar 25 persen dari sebelumnya. Kalau tahun lalu bisa mencapai 200 hingga 250 ekor kambing, tahun ini hanya 150 hingga 200 ekor kambing," lanjutnya.
Padahal, dari segi harga, komoditas hewan kurban di Jembrana relatif stabil. Satu ekor kambing dibanderol mulai dari Rp2 juta hingga Rp7,5 juta, tergantung pada ukuran dan berat bobot hewan. "Kalau untuk harga masih stabil di kisaran harga 2 juta sampai 7,5 juta. Kalau untuk stok kambing sendiri di Jembrana masih sangat mencukupi di tingkat petani masih ada," tuturnya.
Hingga saat ini, Haji Mubin tercatat baru mengamankan pesanan sebanyak 200 ekor kambing dan 4 ekor sapi. Penurunan drastis ini diperparah dengan menyusutnya pesanan dari luar daerah, seperti Denpasar.
Wilayah yang tahun lalu sempat menyumbang angka permintaan hingga 200 ekor kambing tersebut, kini hanya memesan separuhnya saja, yakni berkisar di angka 100 ekor. "Kalau sapi, cuman ada pesanan lokal itu 4 ekor. Kalau kambing, pesanan dari Pemda Jembrana itu 71 ekor, dari Desa Banyubiru 18 ekor, dan ada permintaan dari luar Jembrana sekitar 60-an ekor yang baru pesan," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....