Pengawasan Pemanfaatan Dana PWA Bali Belum Transparan

  • 17 Mei 2026 14:47 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pengelolaan dan pengawasan dana Pungutan Wisatawan Asing (PWA) di Bali masih menjadi sorotan sejumlah pihak. Sejak diberlakukan pada 14 Februari 2024, implementasi kebijakan tersebut dinilai belum menunjukkan transparansi yang memadai, terutama dalam pemanfaatan dana.

Ketua Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali, I Wayan Puspanegara, S.P., M.Si. kepada RRI.CO.ID menjelaskan, pada 2024 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali mencapai sekitar 6,3 juta orang. Dari jumlah tersebut, potensi pendapatan PWA seharusnya mendekati 1 triliun rupiah, namun realisasinya hanya sekitar 318 miliar rupiah atau sekitar 32 persen dari target.

“Ya, yang pertama ini kan baru dimulai sejak tahun 2024 ya, di tanggal 14 Februari 2024. Dan nilai pungutannya dari target kan masih belum sesuai ekspektasi. Bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di tahun 2024 itu kan 6,3 juta. Harusnya mencapai hampir 1 triliun, tapi hanya tercapai 318 miliar atau kurang lebih 32 persen,” ujar I Wayan Puspanegara, 17 Mei 2026.

Puspanegara menyebut, pada 2025 jumlah wisatawan meningkat menjadi sekitar 7 juta kunjungan dengan realisasi pendapatan PWA sekitar 369 miliar rupiah. Namun, tingkat kontribusi dinilai hanya naik tipis dari 32 persen menjadi sekitar 34 persen.

“Tetapi memang sampai detik ini terhadap pengawasannya kita masih belum melihat secara proporsi dan transparansi, kecuali yang dilaporkan oleh Gubernur. Kemudian kita melihat di tahun 2025, PWA itu naik hanya sedikit dari 32 persen ke 34 persen. Dari total 7 juta wisatawan di tahun 2025 itu mendapatkan 369 miliar. Naik sedikit sekali,” katanya.

Ia juga menyinggung proyeksi tahun 2026 yang disebut masih belum menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi optimalisasi pungutan maupun dampaknya terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, dana PWA yang terkumpul dari 2024 hingga 2025 belum terlihat memberikan dampak maksimal terhadap persoalan utama pariwisata Bali, mulai dari pengelolaan sampah, kondisi infrastruktur jalan, hingga penataan kabel dan utilitas yang masih semrawut.

“Ini masih belum terlihat arahnya untuk ditujukan kepada pelestarian lingkungan, pelestarian budaya serta membangun infrastruktur pariwisata. Karena terbukti persoalan sampah saja kita masih berat sampai sekarang. Kemudian infrastruktur di destinasi masih banyak, termasuk jalan yang berlubang, kabel yang masih semrawut, dan jaringan utilitas yang belum tertata,” ujarnya.

Pihaknya menilai penguatan sistem pengawasan serta transparansi pemanfaatan dana PWA menjadi hal penting agar kontribusi wisatawan asing benar-benar berdampak langsung terhadap perbaikan sektor pariwisata Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....