PLN UP2D Bali Edukasi Warga Jaga Keandalan Listrik
- 16 Mei 2026 07:37 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali mengajak masyarakat ikut berperan menjaga keandalan listrik dengan meningkatkan kepedulian terhadap keamanan jaringan tegangan menengah 20 kV. Edukasi tersebut disampaikan melalui talkshow bersama RPKD sebagai upaya mencegah gangguan listrik yang masih kerap dipicu aktivitas di sekitar jaringan.
Langkah ini dilakukan PLN di tengah tingginya kebutuhan listrik di Bali, mulai dari sektor rumah tangga, usaha, pariwisata, hingga kegiatan adat dan keagamaan yang berlangsung hampir setiap hari. Dalam talkshow tersebut, Asisten Manajer Operasi Sistem Distribusi PLN UP2D Bali, Dewa Gede Surya Mastra, menjelaskan bahwa jaringan tegangan menengah 20 kV merupakan jalur utama distribusi listrik sebelum disalurkan ke rumah pelanggan maupun tempat usaha.
“Kalau terjadi gangguan di jaringan 20 kV, dampaknya bisa dirasakan sekaligus di beberapa wilayah. Karena itu, menjaga jaringan ini sangat penting agar aktivitas masyarakat tetap berjalan nyaman,” ujarnya di Denpasar, Selasa 13 Mei 2026.
Menurutnya, gangguan listrik tidak hanya disebabkan faktor teknis atau cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang, tetapi juga aktivitas masyarakat di sekitar jaringan listrik. Beberapa gangguan yang masih sering terjadi di Bali antara lain layang-layang yang tersangkut di kabel listrik, pohon yang menyentuh jaringan, hingga benda asing yang mengenai instalasi listrik.
Kondisi tersebut biasanya meningkat saat musim angin dan ketika masyarakat ramai bermain layang-layang. Sementara itu, Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menegaskan bahwa menjaga keandalan listrik membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat.
“Keandalan listrik bukan hanya tanggung jawab PLN, tetapi juga membutuhkan kepedulian bersama. Melalui edukasi seperti ini, kami berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga keselamatan ketenagalistrikan dan lebih peduli terhadap kondisi jaringan listrik di lingkungan sekitarnya,” kata Petrus.
Ia menambahkan, meningkatnya kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan gangguan listrik agar aktivitas masyarakat, dunia usaha, dan sektor pariwisata Bali tetap berjalan lancar. Penyiar RPKD, Bambang Hariyadi, turut mengapresiasi kegiatan edukasi tersebut karena memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya jaringan distribusi listrik.
“Banyak masyarakat mungkin belum mengetahui bahwa jaringan 20 kV ini punya peran sangat penting sebelum listrik sampai ke rumah-rumah pelanggan. Dari talkshow ini saya jadi paham bahwa beberapa gangguan listrik ternyata juga bisa dipicu aktivitas di sekitar jaringan listrik, yang tentu berbahaya bagi keselamatan,” ujar Bambang.
Ia berharap edukasi serupa terus dilakukan agar masyarakat semakin sadar pentingnya menjaga keamanan jaringan listrik dan segera melapor jika menemukan potensi gangguan di sekitar instalasi listrik. Melalui kegiatan ini, PLN UP2D Bali berharap kesadaran masyarakat terhadap keselamatan ketenagalistrikan terus meningkat sehingga tercipta sistem kelistrikan yang aman, andal, dan berkelanjutan di Bali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....