Permintaan Gas PLN Diproyeksi Tumbuh 4,5 Persen per Tahun, LNG Jadi Andalan Transisi

  • 16 Mei 2026 07:33 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Kebutuhan gas untuk pembangkit listrik nasional diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan konsumsi listrik dan percepatan elektrifikasi di berbagai sektor. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkirakan permintaan gas PLN akan tumbuh sekitar 4,5 persen per tahun hingga 2034, dengan Liquefied Natural Gas (LNG) menjadi tulang punggung dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung transisi energi nasional.

Proyeksi tersebut disampaikan Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, dalam forum internasional 11th Annual LNG Supply, Transport & Storage Forum 2026 di Bali, Kamis 07 Mei 2026. Forum tersebut menjadi ajang pertemuan pelaku industri gas global untuk membahas perkembangan rantai pasok LNG, termasuk strategi Indonesia dalam memenuhi kebutuhan energi nasional di tengah meningkatnya tren elektrifikasi.

Rakhmad menjelaskan, sektor ketenagalistrikan diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan energi nasional. Berdasarkan proyeksi McKinsey dan RUKN 2025, kontribusi listrik terhadap kebutuhan energi primer Indonesia diperkirakan meningkat dari 28 persen pada 2025 menjadi 38 persen pada 2035.

“Power sector diproyeksikan tumbuh paling tinggi sekitar 4,6–5,4 persen per tahun, didorong elektrifikasi di sektor transportasi, industri, residensial, hingga pertumbuhan data center,” ujar Rakhmad.

PLN memperkirakan produksi listrik nasional akan melonjak hampir dua kali lipat dari 283,7 TWh pada 2024 menjadi sekitar 581–584 TWh pada 2034. Di tengah peningkatan bauran energi baru terbarukan (EBT), batu bara dan gas masih dinilai memiliki peran penting untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Pada 2034, batu bara diproyeksikan masih menyumbang sekitar 47 persen produksi listrik nasional. Sementara itu, penggunaan energi terbarukan diperkirakan meningkat hingga 4,8–5,6 kali lipat. Di sisi lain, kebutuhan gas untuk pembangkit listrik juga diproyeksikan meningkat 2,3–2,7 kali lipat menjadi 132,3 TWh atau setara 18–23 persen dari total bauran pembangkit listrik nasional.

Menurut Rakhmad, kebutuhan gas PLN diperkirakan naik dari 1.748 BBTUD pada 2026 menjadi 2.490 BBTUD pada 2034. Kenaikan tersebut akan didominasi LNG sebagai solusi atas menurunnya pasokan gas pipa domestik.

“Kebutuhan LNG akan terus meningkat untuk menutup penurunan produksi gas domestik melalui pipa dan memenuhi pertumbuhan permintaan listrik,” katanya.

Sejalan dengan peningkatan kebutuhan tersebut, jumlah kargo LNG diperkirakan naik dari 103 kargo pada 2026 menjadi 214 kargo pada 2034 atau tumbuh sekitar 4,5 persen per tahun. Sebaliknya, kontrak gas pipa PLN diproyeksikan menurun dari 757 BBTUD menjadi 667 BBTUD pada periode yang sama.

Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi, PLN EPI terus memperkuat kontrak pasokan jangka panjang, termasuk kerja sama gas pipa dengan Conrad dan Mubadala yang ditandatangani tahun lalu.

Selain itu, PLN EPI juga mengembangkan berbagai infrastruktur gas dan LNG nasional melalui proyek Floating Storage Regasification Unit (FSRU), LNG carrier, Onshore Receiving Unit (ORU), hingga pembangunan pipa WNTS-Pemping. Sejumlah proyek strategis yang tengah dikembangkan meliputi FSRU Jawa Barat 1 dan 2, FSRU Jawa Timur, FSRU Bali, hingga FSRU Cilegon.

Pengembangan klaster LNG di Sumatera–Kalimantan, Sulawesi–Maluku, Papua Utara, dan Nusa Tenggara juga terus dilakukan untuk mendukung program gasifikasi pembangkit listrik di wilayah kepulauan. Secara keseluruhan, PLN EPI menargetkan kapasitas regasifikasi mencapai 3.850 MMSCFD dengan kapasitas penyimpanan hingga 1,2 juta meter kubik.

Rakhmad menegaskan, pembangunan infrastruktur LNG kini menjadi kebutuhan strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Ini bukan lagi pilihan. Infrastruktur gas dan LNG harus dibangun untuk mendukung ketahanan energi dan transisi energi Indonesia,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....