Iduladha 2026: Sapi Bali Laris, Kuota Habis
- 15 Mei 2026 22:20 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana: Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, geliat bisnis sapi potong di Kabupaten Jembrana, Bali, mengalami lonjakan drastis. Tingginya permintaan dari luar pulau membuat para peternak dan pedagang antar-pulau kewalahan. Namun, di tengah panen rezeki ini, para pengusaha kini justru dihantui kecemasan akibat habisnya kuota pengiriman resmi dari pemerintah.
I Gede Gunawantika, salah seorang pedagang sapi antar-pulau asal Jembrana, mengungkapkan bahwa permintaan pasar luar Bali, khususnya dari Kalimantan dan Jakarta, sangat masif. Di tempat usahanya saja, pesanan sudah menembus angka 2.500 ekor sapi.
"Terkait Iduladha 2026, permintaan sapi khususnya pengiriman ke Kalimantan dan Jakarta cukup tinggi. Kalau dari sisi permintaan, untuk saya sendiri tetap stabil dan diperkirakan sama dengan tahun lalu di angka 2.500 ekor," ujar Gunawantika, ditemui pekan lalu.
Lonjakan permintaan ini otomatis mendongkrak harga jual sapi hidup di pasaran. Saat ini, harga sapi Bali naik signifikan sebesar Rp7.000 per kilogram. Untuk harga normal dikisaran Rp44.000 / kg. Jelang Iduladha harga dikisaran Rp50.000 – Rp51.000 / kg. Berat ideal antara 275 kg hingga 375 kg.
Kabar baiknya, dari sisi kesehatan hewan, wilayah Jembrana dipastikan aman dari ancaman penyakit kulit berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD). Gunawantika menegaskan bahwa kasus LSD telah menurun drastis hingga nihil, meski pengawasan ketat terhadap lalu lintas pengiriman ternak tetap diberlakukan secara ketat. "Sudah tidak ada LSD di Jembrana," imbuhnya.
Meski pasar sedang bergairah, para pedagang kini berada di ujung tanduk. Berdasarkan regulasi Pemerintah Provinsi Bali, kuota pengiriman sapi ke luar pulau untuk tahun 2026 yang semula dipatok 50.000 ekor—dan telah ditambah 3.500 ekor menjadi total 53.500 ekor—kini telah habis tak tersisa sebelum pertengahan tahun.
Habisnya kuota yang terserap demi memenuhi kebutuhan Iduladha ini memicu kekhawatiran besar. Jika tidak ada kebijakan diskresi, suplai pengiriman sapi potong dipastikan akan terhenti total dari bulan Juni hingga Desember 2026.
"Harapannya, agar pemerintah menambahkan kuota harian dari bulan Juni sampai Desember 2026. Peternak akan kesulitan menjual ternaknya karena kuota pengiriman habis. Kalau tidak bisa dijual, harga di tingkat peternak lokal justru bisa anjlok," keluh Gunawantika.
Para pelaku usaha berharap Pemerintah Provinsi Bali segera turun tangan memberikan tambahan kuota darurat. Jika pembiaran terus dilakukan, kondisi ini tidak hanya akan memukul perekonomian peternak lokal di Bali, tetapi juga berpotensi memicu lonjakan harga daging sapi yang tidak terkendali di daerah-daerah tujuan seperti Jakarta dan Kalimantan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....