Pengamat Nilai Bali Perlu Pembangunan Berkelanjutan

  • 14 Mei 2026 12:49 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pesatnya pembangunan sektor pariwisata di Bali dinilai perlu diimbangi kesiapan infrastruktur, sumber daya alam, dan kualitas sumber daya manusia. Jika tidak diantisipasi sejak dini, kondisi tersebut dikhawatirkan memunculkan berbagai persoalan baru di masa mendatang.

Pengamat Ekonomi, Dr. Putu Ngurah Suyatna Yasa mengatakan kondisi Bali saat ini sudah mengalami kepadatan yang cukup tinggi, terutama di kawasan pariwisata. Arus masuk tenaga kerja dari berbagai daerah juga dinilai mempercepat peningkatan kepadatan penduduk.

“Bali ini sudah macet parah. Padat penduduknya, ditambah arus pekerja dari barat dan timur yang terus masuk,” ujarnya.

Ia menilai pembangunan infrastruktur transportasi belum mampu mengimbangi peningkatan aktivitas masyarakat dan wisatawan. Kondisi tersebut menyebabkan kemacetan semakin meluas hingga ke sejumlah wilayah penyangga di luar pusat pariwisata.

“Ketika akses menuju Nusa Penida dibuka, kemacetannya makin parah tiap hari. Sementara pembangunan infrastrukturnya memerlukan waktu yang panjang,” katanya.

Selain kemacetan, Putu Ngurah Suyatna Yasa juga menyoroti meningkatnya tekanan terhadap sumber daya air di Bali. Menurutnya, sebagian besar pemanfaatan air saat ini sudah terserap oleh sektor pariwisata seperti hotel dan restoran.

Ia mengingatkan apabila pembangunan terus berlangsung tanpa pengelolaan yang matang, maka kerusakan air tanah dan krisis air dapat menjadi persoalan besar di masa depan. Kesiapan kompetensi SDM lokal juga dinilai penting agar pembangunan tidak menimbulkan persoalan sosial yang semakin kompleks di Bali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....