Densus 88 Perkuat Pencegahan Radikalisme Digital Anak

  • 14 Mei 2026 12:44 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Densus 88 Anti Teror terus memperkuat strategi pencegahan radikalisme di era digital yang kini banyak menyasar anak dan remaja melalui media sosial hingga game online. Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau AI dinilai membuat pola penyebaran paham radikal semakin kompleks.

Katim Idensos dan Pencegahan Densus 88 Anti Teror Satgaswil Bali, Ipda Hadi Nata Kusuma mengatakan pihaknya terus melakukan penyesuaian kemampuan personel mengikuti perkembangan tren kejahatan digital. Menurutnya, pola penyebaran radikalisme saat ini berbeda dibanding beberapa tahun lalu yang masih bersifat konvensional.

“Kalau sekarang lebih banyak melalui medsos, lebih banyak melalui game online, maka kita juga harus meng-upgrade unit-unit yang ada. Kalau dulu nggak ada yang namanya unit kontra narasi,” kata Hadi, Rabu, 14 Mei 2026.

Ia menjelaskan Densus 88 juga membentuk unit kontra narasi untuk menghadapi penyebaran paham radikal di ruang digital. Langkah tersebut dilakukan agar aparat mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menghadapi tantangan penyebaran radikalisme berbasis digital dan AI.

“Sehingga kita bentuk, kita latih agar juga bisa menyamai. Bahkan kita memang harus bisa menyesuaikan dengan fenomena kejahatan, tren kejahatan yang ada,” ujarnya.

Selain itu, Hadi menekankan peran keluarga dan sekolah menjadi faktor utama mencegah anak terpapar radikalisme maupun kekerasan. Orang tua dan guru diminta menciptakan ruang komunikasi yang nyaman agar anak terbuka menyampaikan persoalan yang dihadapi.

Ia mengingatkan anak yang memendam masalah berisiko mencari komunitas baru yang belum tentu membawa pengaruh positif. Karena itu, pola asuh yang tepat serta menghindari kekerasan fisik maupun verbal dinilai penting diterapkan di era digital saat ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....