Musim Kemarau Tingkatkan Risiko Kebakaran di Bali
- 13 Mei 2026 15:43 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Taruna Siaga Bencana atau Tagana Denpasar terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim kemarau. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan relawan dan instansi terkait dalam penanganan bencana.
Koordinator Tagana Denpasar, I Made Tara, kepada RRI.CO.ID mengatakan pihaknya saat ini memberi perhatian khusus terhadap ancaman kebakaran. Hal ini menyusul sejumlah kejadian kebakaran di pemukiman wilayah Denpasar, sementara kondisi kekeringan juga turut meningkatkan potensi kebakaran hutan di Bali.
“Kita di Denpasar beberapa kali ini sudah mengatasi kebakaran yang terjadi di beberapa pemukiman. Mungkin di wilayah Bali secara umum, karena kekeringan yang memang cukup ekstrem ini, besar kemungkinan akan berpotensi terjadi kebakaran-kebakaran hutan,” ujar I Made Tara.
Selain faktor cuaca, masyarakat juga diminta lebih waspada dalam penggunaan api di kehidupan sehari-hari, termasuk saat persembahyangan. Tara menyoroti penggunaan api dupa yang masih menyala di tengah kondisi angin kencang yang berpotensi memicu kebakaran.
“Beberapa kebakaran yang terjadi saat kemarin itu ada yang juga disebabkan oleh api upacara. Pesan kami, terutama saudara kita yang Hindu, ketika melaksanakan persembahan dengan api dupa itu, upayakan kita pilih dupa yang tidak nyalanya berjam-jam, sehingga dalam hitungan menit dupa itu sudah mati,” ujar I Made Tara.
Masyarakat diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung. Upaya pencegahan sejak dini menjadi kunci untuk meminimalisir risiko terjadinya bencana di lingkungan sekitar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....