Puluhan Gempa Bumi Guncang Bali akibat Subduksi Indo Australia-Eurasia

  • 10 Mei 2026 11:16 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Sepanjang periode minggu pertama bulan Mei 2026, Stasiun Geofisika Denpasar kembali mencatat puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya. Gempabumi yang didominasi gempa dangkal tersebut diperkirakan berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif.

PMG Ahli Pertama Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits kepada RRI di Denpasar mengatakan, berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar, wilayah Bali dan sekitarnya dilanda 51 kejadian gempabumi dengan magnitudo bervariasi mulai dari 1.1 hingga 4.2. Ia menjelaskan, gempa bumi tersebut didominasi gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 km sebesar 70 persen dari total kejadian gempabumi.

Muhammad Azany Harits mengatakan, jumlah gempabumi dangkal sebanyak 36 kejadian gempabumi, sebanyak 15 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 29 persen dari total kejadian gempabumi, dan tidak terdapat kejadian gempabumi dengan kedalaman lebih dari 300 km.

“Stasiun Geofisika Denpasar kembali mencatat puluhan gempa bumi mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya. Puluhan gempa bumi yang terjadi sepanjang minggu pertama bulan Mei itu berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia dan sesar aktif,” ujarnya.

Muhammad Azany Harits mengungkapkan, dari total gempa yang terjadi, 90 persen atau 46 kejadian gempa bumi tercatat bermagnitudo kurang dari 3. Sedangkan 5 kejadian gempa bumi dengan magnitudo 3 hingga kurang dari 5 atau 9% dari total kejadian gempabumi dan tidak terdapat gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5.

“Gempa Bumi didominasi gempa dangkal sebanyak 46 kejadian atau 90 persen dari total gempabumi yang terjadi dan tidak terdapat gempa dengan magnitudo lebih dari 5,” tututnya.

Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar tercatat 33 kejadian gempabumi terjadi di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia. Serta 18 kejadian gempabumi terjadi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores dan aktivitas sesar aktif.

Selama periode ini terdapat 1 kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di wilayah Bali dan sekitarnya. Gempabumi dengan magnitudo 5.9 dirasakan di daerah Waingapu, Karuni, Tambolaka, Waibakul, dan Waikabubak IV MMI. Sedangkan Kabuapaten. Bima, Kota Bima, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kabupaten Sumbawa III MMI dan Denpasar II MMI berlokasi di laut pada jarak 49 Km arah Barat Daya Wanokaka, Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 26 km.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....