Jembrana Kebut Vaksinasi, Tekan Rabies di Zona Merah

  • 04 Mei 2026 20:08 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana: Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan terus memacu upaya pengendalian rabies guna melindungi warga dan populasi Hewan Penular Rabies (HPR). Hingga awal Mei 2026, tercatat 27 kasus positif rabies ditemukan dari 45 sampel yang diuji. Meski angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 15% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama.

Saat ini, penyebaran kasus masih didominasi oleh Kecamatan Mendoyo yang kembali menyandang status zona merah. Menyusul di belakangnya adalah Kecamatan Negara dan Pekutatan, sementara Kecamatan Jembrana dan Melaya mencatatkan satuan kasus tunggal.

Kabid Peternakan Keswan-Kesmavet, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan strategi tiga pola vaksinasi untuk memutus rantai penularan yakni, Vaksinasi Darurat yang dilakukan langsung di lokasi penemuan kasus. Vaksinasi Reguler, untuk mengejar target cakupan harian dan Vaksinasi Massal, yang difokuskan pada wilayah zona merah seperti Mendoyo.

"Hingga April 2026, realisasi vaksinasi telah mencapai 6.379 dosis. Target besar kami adalah mencakup 80% dari total populasi HPR yang diperkirakan mencapai 40.400 ekor," ujar Sugiarta, Senin 4 Mei 2026.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi tim di lapangan adalah perilaku masyarakat yang masih membuang anjing sembarangan. Sugiarta menyoroti wilayah pesisir dan bantaran sungai sebagai titik rawan munculnya kasus baru akibat pembuangan hewan liar.

"Hewan yang dibuang berpotensi besar tertular rabies dan memicu klaster baru. Kami akan memperluas jangkauan vaksinasi hingga ke daerah pesisir untuk mengantisipasi hal ini," tegasnya.

Percepatan penanganan ini tidak dilakukan sendiri. Pemkab Jembrana menggerakkan Tim Siaga Rabies (Tisira) di setiap desa dan kelurahan, berkolaborasi dengan tim medikvet eksternal. Sugiarta mengimbau agar masyarakat tidak hanya pasif menunggu, tetapi aktif melapor jika menemukan hewan bergejala dan memastikan hewan peliharaan mereka mendapatkan vaksin.

Menurutnya, pencegahan rabies adalah kerja kolektif. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama agar Jembrana benar-benar terbebas dari ancaman virus mematikan ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....