Gandeng Sungai Watch, BHA Kembali Instalasi Trash Barrier

  • 04 Mei 2026 18:58 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Badung - Bali Hotels Association (BHA) secara konsisten menunjukkan kepeduliannya terhadap kebersinambungan lingkungan di Pulau Dewata. Kali ini, BHA kembali menggandeng Sungai Watch, untuk memasang trash barrier (penghalang sampah) di aliran Sungai Banjar Kancil, Keronokan, Badung, Senin 4 Mei 2026.

Head of Sustainability Bali Hotels Association (BHA), Ankit Airon mengatakan, pihaknya sangat komit pada upaya menjaga kelestarian alam di Pulau Seribu Pura. Pemasangan trash barrier ini disebut menjadi salah satu implementasi dari komitmen tersebut.

Dijelaskan, pemasangan trash barrier ini merupakan kolaborasi berkelanjutan yang dilakukan BHA bersama Sungai Watch. Sebelumnya, instalasi trash barier antara BHA dengan Sungai Watch sudah dilakukan di aliran Tukad Ayung pada tahun 2024, dan aliran Sungai Kekeran, Mengwi tahun 2025.

"Kami sangat senang dan bersyukur karena sekarang bisa mensponsori satu trash barrier besar lagi di Kerobokan," katanya kepada wartawan.

"Ini merupakan hasil kontribusi dari seluruh anggota BHA yang bersama-sama mewujudkan dukungan untuk Sungai Watch dan untuk Bali," lanjutnya.

Ankit lebih lanjut menjelaskan, pemasangan trash barrier ini akan ditindaklanjuti dengan pengambilan sampah yang terjaring secara berkala. "Mereka (Sungai Watch) akan secara berkala mengambil sampah dari trash barrier tersebut," jelasnya.

BHA disebut memiliki kerja sama yang erat dengan Sungai Watch. Kerja sama itu diharap dapat mendukung terwujudnya Bali sebagai Pulau bebas sampah.

"Kami bekerja sama erat dengan Sungai Watch karena mereka adalah ahli di bidang ini. Mereka memiliki data dan pemahaman mengenai jumlah sampah yang terkumpul di setiap trash barrier," ucapnya.

"Berdasarkan itu, kami menentukan lokasi yang paling membutuhkan pemasangan trash barrier. Setelah itu, kami berdiskusi dengan para anggota untuk memutuskan lokasi pemasangan," sambung Ankit.

Sementara itu, Station Manager Denpasar Facility Sungai Watch, Iqbal Rizali mengemukakan, pemilihan aliran Sungai Banjar Kancil sebagai lokasi pemasangan trash barrier bukan tanpa alasan. Menurutnya, trash barrier ini dipasang untuk menggantikan penghalang sampah sebelumnya yang hanyut terbawa banjir bandang pada Rabu 10 September 2025.

"Alasan kami sarankan pasang kembali di sini karena trash barrier sebelumnya bisa menjaring 400 sampai 600 kilogram sampah anorganik per bulan," ujarnya.

Iqbal mengatakan, hingga saat ini sudah ada 25 trash barrier yang terinstal wilayah cakupan Denpasar Facility. Ke depan ia berharap titik-titik aliran sungai lainnya bisa terpasang trash barrier.

"Kami masih menghadapi sejumlah kendala pemasangan, termasuk keluhan warga dan kondisi lingkungan. Sebenarnya ada beberapa faktor yang menjadi pertimbangan," katanya.

Ia menjelaskan, pasca-instalasi akan dilakukan pengecekan dan pengangkutan sampah secara berkala. Pengangkutan sampah disebut telah dikolaborasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) setempat.

"Selain itu kami ada dua tim yang melakukan pembersihan trash barrier minimal dua hari sekali," jelasnya.

"Tapi kalau sampahnya terlalu banyak, kami akan meminta bantuan dari DLHK setempat dan instansi terkait lainnya," lanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....