Kolaborasi Lintas Sektor Bersihkan Eceng Gondok, Pulihkan Ekosistem Danau Buyan
- 10 Jun 2026 12:05 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Buleleng - Upaya pemulihan ekosistem Danau Buyan terus diperkuat melalui aksi kolaboratif pengendalian tumbuhan invasif eceng gondok yang melibatkan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Korem 163/Wira Satya, Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, Pemerintah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Buleleng, serta berbagai elemen masyarakat. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Buyan–Danau Tamblingan, Desa Pancasari, Kabupaten Buleleng ini diawali dengan Apel Kesiapan Pemulihan Ekosistem Danau Buyan yang diikuti sekitar 350 peserta.
Aksi pembersihan dilakukan untuk mengendalikan penyebaran eceng gondok yang saat ini menutupi sekitar delapan hektare perairan Danau Buyan. Tumbuhan invasif tersebut dinilai mengancam keseimbangan ekosistem karena menghambat penetrasi cahaya matahari, menurunkan kadar oksigen terlarut, serta mengganggu kehidupan biota perairan.
Kegiatan ini didukung penggunaan alat berat amfibi, dump truck, dan berbagai sarana pendukung lainnya dengan target penyelesaian dalam satu hingga dua bulan. Komandan Korem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, mengatakan Danau Buyan menjadi prioritas penanganan setelah dilakukan pengecekan terhadap sejumlah danau di Bali.
"Kami melakukan pengecekan pada seluruh danau di Bali, mulai dari Danau Batur, Beratan, Buyan hingga Tamblingan. Hasilnya menunjukkan bahwa Danau Buyan saat ini mengalami penyebaran eceng gondok dan gulma yang cukup luas, mencapai kurang lebih 8 hektare dari total sekitar 200 hektare luas danau sehingga perlu segera dilakukan penanganan," ujarnya.
Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya, menyebut kegiatan ini merupakan bentuk nyata sinergi seluruh pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan sesuai arahan pemerintah pusat terkait penguatan pengelolaan lingkungan hidup. "Hari ini kita melaksanakan pembersihan dan normalisasi Danau Buyan dalam rangka bakti lingkungan hidup menyatu dengan alam. Ini merupakan bentuk sinergi seluruh pihak untuk menjaga kelestarian danau," katanya.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, mengapresiasi keterlibatan TNI bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung upaya pelestarian Danau Buyan. "Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran TNI bersama BKSDA, BWS, dan seluruh elemen masyarakat yang hari ini bergotong royong membersihkan gulma di Danau Buyan," ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Perbekel Desa Pancasari, Wayan Komiarsa, yang menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi keberlanjutan lingkungan dan perekonomian masyarakat setempat. "Atas nama masyarakat Desa Pancasari, kami mengucapkan terima kasih dan mendukung penuh kegiatan ini. Danau dan hutan adalah sumber kehidupan yang harus kita jaga bersama demi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Kepala BWS Bali Penida, Gunawan Suntoro, mengatakan pihaknya turut mendukung kegiatan dengan menurunkan dua unit alat berat amfibi, dua unit dump truck, serta sekitar 30 personel untuk mempercepat proses pembersihan. "Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap Danau Buyan yang sedang dibersihkan dapat kembali memberikan manfaat bagi masyarakat. Ke depan, BWS Bali Penida akan terus berkolaborasi dengan BKSDA Bali dalam pemeliharaan badan air di Danau Buyan, Danau Beratan, dan Danau Tamblingan agar tetap lestari dan terjaga dengan baik," jelasnya.
Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menegaskan bahwa pemulihan Danau Buyan merupakan implementasi nilai-nilai kearifan lokal Bali yang menempatkan air sebagai sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. "Apa yang kita lakukan hari ini adalah implementasi dari Agama Budaya Tirta, bahwa air merupakan sumber kehidupan yang harus kita jaga bersama. Semoga upaya ini membawa manfaat bagi alam, masyarakat, dan keberlanjutan Danau Buyan. Sepenuh hati untuk Danau Buyan dan masyarakat sekitarnya," tegasnya.
Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, TNI, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan mitra konservasi, diharapkan kualitas perairan Danau Buyan dapat terus membaik, penyebaran tumbuhan invasif dapat dikendalikan, serta fungsi kawasan sebagai habitat keanekaragaman hayati dan penyangga tata air tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....