Inflasi Bali April 2026 Tercatat 2,08 Persen, Tertinggi Denpasar dan Singaraja
- 04 Mei 2026 14:38 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Badan Pusat Statistik Provinsi Bali mencatat Provinsi Bali mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 2,08 persen pada April 2026. Angka ini berdasarkan rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang disampaikan Senin, 4 Mei 2026.
Indeks Harga Konsumen (IHK) Bali tercatat sebesar 112,03, meningkat dibandingkan April 2025. Inflasi tertinggi terjadi di Singaraja dan Kota Denpasar masing-masing sebesar 2,51 persen, sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Tabanan sebesar 1,40 persen.
Secara bulanan (month to month/m-to-m), Bali mengalami inflasi tipis sebesar 0,01 persen, sedangkan secara tahun kalender (year to date/y-to-d) inflasi mencapai 0,92 persen.
Kenaikan harga terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran. Kelompok pendidikan mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,09 persen, diikuti perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,02 persen, serta transportasi sebesar 2,58 persen. Sementara itu, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami kenaikan paling rendah sebesar 0,15 persen.
Sejumlah komoditas yang dominan mendorong inflasi tahunan antara lain daging ayam ras, beras, emas perhiasan, tarif angkutan udara, serta biaya pendidikan seperti Sekolah Menengah Atas. Di sisi lain, beberapa komoditas seperti cabai rawit, bawang merah, dan bensin justru menahan laju inflasi dengan memberikan andil deflasi.
Kepala BPS Bali, Agus Gede Hendrayana Hermawan, menyebut inflasi yang relatif terkendali ini mencerminkan stabilitas harga di Bali, meskipun tetap dipengaruhi fluktuasi harga komoditas pangan dan transportasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....