Hari Kebebasan Pers 2026, Media Penyiaran Penting Jaga Kebenaran Informasi
- 03 Mei 2026 13:40 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Perkembangan media sosial dan platform digital membuat arus penyebaran informasi berlangsung semakin cepat dan luas. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan bagi media penyiaran untuk tetap menjaga kepercayaan publik di tengah banyaknya informasi yang beredar di ruang digital.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Udayana, Ni Made Ras Amanda Gelgel, kepada RRI.CO,ID mengatakan, media penyiaran masih memiliki peran penting sebagai rujukan masyarakat dalam mengetahui kebenaran informasi. Menurutnya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap informasi dari media penyiaran dinilai masih lebih tinggi dibandingkan media sosial.
“Masyarakat ini jauh tetap mempercayai apa informasi yang disampaikan di televisi dibandingkan di media sosial. Jadi televisi tetap memiliki perannya untuk melakukan verifikasi-verifikasi informasi,” ujar Ras Amanda Gelgel.
Ras Amanda menambahkan, media penyiaran perlu menjaga kemampuan melakukan validasi informasi di tengah derasnya arus informasi digital. Selain itu, media penyiaran juga dinilai perlu memanfaatkan perkembangan platform digital tanpa menghilangkan fungsi utamanya sebagai sumber informasi terpercaya bagi masyarakat.
“Jangan perlakukan media sosial sebagai media penyiaran. Media sosial itu wadahnya hanya untuk kemudian media penyiaran, hanya untuk sebagai trigger, hanya sebagai pengingat, hanya sebagai media promosi,” ujar Ras Amanda Gelgel.
Kemampuan menjaga kepercayaan publik dan melakukan verifikasi informasi dinilai menjadi kekuatan utama media penyiaran di era digital. Dengan peran tersebut, media penyiaran diharapkan tetap menjadi rujukan informasi tepercaya bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....