Denpasar Dorong Ekonomi Sirkular di Sektor Pariwisata dan Horeka

  • 30 Apr 2026 16:52 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar mendorong sektor pariwisata destinasi serta usaha hotel, restoran, dan kafe/katering (Horeka) untuk menerapkan ekonomi sirkular dalam pengelolaan lingkungan. Langkah tersebut sebagai upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan berbasis pengelolaan sampah yang terpadu.

Dorongan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, saat mewakili Wali Kota Denpasar dalam Gathering Destinasi Pariwisata Kota Denpasar yang digelar di Grand Mercure Sanur, Selasa 28 April 2026. Kegiatan ini menjadi forum penyamaan persepsi antar pelaku pariwisata dalam mengimplementasikan konsep waste to worth melalui pendekatan ekonomi sirkular berbasis 5R, yakni Rethink, Reduce, Reuse, Recycle, dan Recovery.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ryastiti, menjelaskan kegiatan tahun 2026 tersebut diikuti 80 peserta yang terdiri atas 40 Daerah Tujuan Wisata (DTW) dan 40 pelaku usaha Horeka. Sejumlah narasumber turut dihadirkan, antara lain Inspektur Daerah Kota Denpasar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, perwakilan Eling Ring Pertiwi Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada, perwakilan Blockchain I Komang T. Ananda D. Priantara, serta manajemen PT Bali Ocean Magic–Waterbom Bali Syifa Muntaha.

“Melalui forum ini kita samakan persepsi untuk mewujudkan pariwisata berkelanjutan dengan konsep waste to worth,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menegaskan bahwa sebagai kota pariwisata berbasis budaya, Denpasar tidak hanya dituntut menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, tetapi juga memastikan pengelolaan destinasi dilakukan secara berkelanjutan. “Kami tidak bisa lagi memandang sampah sebagai persoalan biasa. Ini adalah isu strategis yang berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pendekatan ekonomi sirkular sejalan dengan konsep waste to worth yang mendorong perubahan paradigma dalam pengelolaan sampah, mulai dari pemilahan di sumber hingga pengolahan di sektor usaha pariwisata, termasuk hotel, restoran, kafe, dan destinasi wisata. Eddy Mulya juga menekankan pentingnya peran sektor Horeka dalam mendukung kebijakan tersebut melalui langkah sederhana seperti pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan plastik sekali pakai, pengolahan sisa makanan menjadi kompos, serta pemanfaatan kembali material bernilai guna.

“Jika langkah kecil ini dilakukan secara konsisten oleh seluruh pelaku usaha, dampaknya akan sangat besar bagi kebersihan dan keberlanjutan kota,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendorong terbentuknya ekosistem kolaboratif antara pemerintah, pelaku pariwisata, komunitas, dan pengelola sampah untuk memastikan pengelolaan berbasis sumber dapat berjalan terintegrasi. Dengan demikian, sampah diharapkan tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan diolah menjadi produk bernilai ekonomi seperti kompos, material daur ulang, hingga produk kreatif.

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa sinergi, upaya ini tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan gathering ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga melahirkan aksi nyata di lapangan dalam mendukung pariwisata Kota Denpasar yang bersih, hijau, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....