Peluang Kerja Disabilitas di Bali Masih Terbatas

  • 30 Apr 2026 10:43 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Kesempatan kerja bagi masyarakat berkebutuhan khusus di Bali dinilai masih belum optimal. Meski kebijakan telah membuka ruang, implementasinya di lapangan belum berjalan efektif sehingga peluang masih terbatas.

Hal tersebut disampaikan Ketua Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) Bali, I Nyoman Bawa. Ia menyebut peluang kerja belum merata dan belum menjangkau seluruh kelompok disabilitas, sehingga masih terjadi kesenjangan antara kebijakan dan praktik di lapangan.

“Kesempatan kerja bagi disabilitas belum optimal karena peluang yang tersedia masih terbatas. Peluang lebih banyak terbuka bagi disabilitas tertentu, sementara kelompok lain, terutama disabilitas netra total, masih menghadapi hambatan dan cenderung tertutup aksesnya,” ungkapnya.

Selain itu Nyoman Bawa menambahkan, tantangan lain yang dihadapi adalah keterbatasan pelatihan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja. Pelatihan yang lebih intensif dan relevan dinilai penting agar masyarakat berkebutuhan khusus memiliki kompetensi yang mampu bersaing serta memenuhi kebutuhan sektor kerja yang terus berkembang.

“Tantangan utama dari sisi internal masih terbatasnya akses pelatihan, padahal keterampilan yang dibutuhkan harus terus mengikuti perkembangan. Sementara dari sisi eksternal, peluang kerja dan posisi yang sesuai bagi penyandang disabilitas juga belum banyak tersedia, khususnya di daerah.” jelasnya.

Lebih lanjut Nyoman Bawa mengungkapkan, berbagai upaya terus dilakukan untuk mendorong peningkatan akses kerja bagi masyarakat berkebutuhan khusus, mulai dari audiensi dengan instansi terkait hingga mendorong penyelenggaraan pelatihan serta rekrutmen yang lebih inklusif. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan organisasi penyandang disabilitas diharapkan dapat membuka peluang kerja yang lebih luas dan setara di Pulau Dewata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....