Transportasi Publik Terbatas, Kemacetan Bali Semakin Meningkat
- 27 Apr 2026 00:37 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Kemacetan di Bali dinilai tidak terlepas dari minimnya desain transportasi publik yang mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara luas. Kondisi ini mendorong masyarakat lebih memilih kendaraan pribadi, terutama saat situasi cuaca kurang mendukung.
Koordinator Program Studi Industri Perjalanan Wisata Universitas Udayana, Dr. I Made Kusuma Negara, menyebut penggunaan kendaraan pribadi masih mendominasi karena keterbatasan layanan transportasi umum. Ia menilai kondisi ini turut memperparah kemacetan di sejumlah wilayah.
“Kalau kita lihat memang basis kita tidak didesain untuk transportasi publik, sehingga pilihan masyarakat lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi,” ujarnya.
Ia menambahkan, penggunaan mobil pribadi dengan jumlah penumpang minim juga menjadi salah satu penyumbang kepadatan lalu lintas. Terlebih saat hujan, masyarakat cenderung memilih kendaraan roda empat meski hanya digunakan satu hingga dua orang.
“Transportasi publik juga belum mampu menjangkau wilayah pelosok sesuai kebutuhan masyarakat, ini menjadi problem bagi kita,” katanya.
Lebih lanjut, ia menyoroti arah pembangunan pariwisata Bali yang selama ini masih berorientasi pada jumlah kunjungan wisatawan. Menurutnya, pendekatan tersebut perlu diubah menuju pariwisata berkualitas.
“Ke depan, Bali harus mulai menggeser indikator dari pariwisata massal ke pariwisata berkualitas, less tourist more spending,” ucapnya.
Ia menegaskan, tingginya angka kunjungan wisatawan tidak selalu mencerminkan kondisi ideal. Di balik itu, terdapat persoalan serius seperti sampah dan kemacetan yang perlu segera diatasi.
Sebagai penutup, ia menekankan pentingnya pengaturan kunjungan wisatawan agar lebih selektif dan berkualitas. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi pariwisata Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....