Pelepasan Jemaah Haji Bali 2026, Termuda 14 Tahun dan Tertua 88 Tahun
- 25 Apr 2026 18:25 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pelepasan Jemaah Haji Provinsi Bali Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi berlangsung dengan penuh khidmat, di Kantor Wisma Sabha Gubernur Bali, Sabtu, 25 April 2026. Acara ini dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, serta para jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.
Kegiatan ini diwakili oleh Asisten Administrasi Umum sekaligus Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Dr. I Wayan Serinah, yang menyampaikan sambutan atas nama Gubernur Bali, Wayan Koster. Dalam sambutannya, ia menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Bali yang berhalangan hadir.
Ia mengatakan bahwa Gubernur menugaskannya untuk mewakili dalam acara yang disebutnya sebagai momen yang “sangat-sangat luar biasa dan bermakna.” Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia yang telah mempersiapkan keberangkatan jemaah. Menurutnya, persiapan tersebut menjadi bagian penting agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, kami menyampaikan selamat kepada para jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pesan Gubernur Bali kepada para jemaah agar menjaga kedisiplinan, kekompakan, dan solidaritas selama menjalankan ibadah. Selain itu, jemaah diminta untuk fokus beribadah serta selalu berkoordinasi dengan tim pendamping demi kelancaran seluruh rangkaian ibadah haji.
“Koordinasi, kedisiplinan, dan fokus pada ibadah itu menjadi sangat penting,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali, H. Mahmudi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebanyak 398 jemaah haji asal Bali telah menyelesaikan seluruh administrasi dan siap diberangkatkan. “Alhamdulillah, 398 jemaah Provinsi Bali telah selesai menyelesaikan semua administrasi dan perangkat-perangkat haji dan insyaallah akan bisa berangkat seluruhnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat), jumlah pendaftar haji di Bali terus meningkat setiap tahun. Hal ini, menurutnya, menunjukkan adanya peningkatan kondisi ekonomi sekaligus kesadaran masyarakat untuk menunaikan ibadah haji.
“Uang 25 juta yang dipersyaratkan sebagai setoran awal untuk memperoleh porsi haji insyaallah dirasakan tidak lagi besar bagi warga Bali,” ungkapnya.
Selain itu, ia menegaskan bahwa pemerintah terus meningkatkan pelayanan jemaah, seiring dengan hadirnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 yang menjadi dasar pembentukan Kementerian Haji dan Umrah. Dalam paparannya, Mahmudi juga menyampaikan profil jemaah haji Bali tahun 2026, mulai dari latar belakang pendidikan hingga komposisi pekerjaan.
Ia menyebut mayoritas jemaah belum memiliki pengalaman berhaji, yakni mencapai 98,53 persen. “Ini tentu menjadi perhatian kita bersama untuk memberikan pendampingan yang optimal,” katanya.
Terkait keberangkatan, Mahmudi menjelaskan bahwa jemaah haji Bali tergabung dalam kloter 70 dan 71, dengan masing-masing sekitar 380 jemaah. Jemaah dijadwalkan berangkat dari daerah masing-masing pada 8 Mei 2026, masuk asrama haji pada 9 Mei dini hari, dan diterbangkan ke Arab Saudi pada 10 Mei.
“Direncanakan jemaah haji Bali akan tiba kembali ke tanah air pada 19 Juni 2026,” ujarnya.
Haji Mahmudi juga menyoroti masa tunggu haji di Bali yang mencapai rata-rata 26 tahun. Ia berharap ke depan kuota haji dapat ditambah seiring tingginya minat masyarakat.
“Waiting list kita cukup panjang, bahkan bisa sampai 28 tahun. Mudah-mudahan ke depan ada penambahan kuota,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap aturan selama di Arab Saudi, terutama di tengah dinamika geopolitik kawasan Timur Tengah. “Jemaah harus mengikuti aturan dari Pemerintah Indonesia maupun Pemerintah Arab Saudi agar ibadah berjalan lancar,” tegasnya.
Terkait pelayanan, Mahmudi menyebut adanya program “Ramah Lansia” bagi jemaah lanjut usia, termasuk penyediaan kursi roda dan pendampingan khusus. Ia juga mengungkapkan bahwa jemaah termuda tahun ini berusia 14 tahun, sementara yang tertua mencapai 88 tahun.
Dengan seluruh persiapan tersebut, pemerintah berharap para jemaah haji asal Bali dapat menjalankan ibadah dengan lancar, khusyuk, dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....