Kemarau Belum Stabil, BMKG Sebut Hujan Masih Berlanjut Sepekan ke Depan

  • 24 Apr 2026 12:59 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah III Denpasar menjelaskan bahwa hujan yang masih terjadi di Bali pada akhir April merupakan kondisi yang normal dalam masa peralihan musim. Prakirawan Cuaca BBMKG Wilayah III Denpasar, Luh Nyoman Didik Tri Utami, mengatakan saat ini Bali masih berada pada fase transisi menuju musim kemarau yang diprediksi mulai terjadi secara merata pada dasarian kedua Mei.

Ia menjelaskan, hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh dinamika atmosfer lokal. “Hujan disebabkan oleh adanya belokan angin dan juga konvergensi di sekitar wilayah Bali, didukung oleh kelembapan udara yang cukup tinggi antara 60 hingga 90 persen hingga lapisan 500 hPa. Selain itu, anomali positif suhu muka laut turut mendukung pertumbuhan awan konvektif,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi hujan pada masa peralihan merupakan fenomena yang umum terjadi. Hal ini dipicu oleh atmosfer yang masih labil akibat peralihan pola angin dari baratan ke timuran serta adanya pemanasan permukaan yang cukup intens.

“Pemanasan lokal ini memicu penguapan tinggi sehingga membentuk awan cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ungkapnya.

Terkait pengaruh fenomena global, Didik menegaskan bahwa kondisi cuaca saat ini tidak dipengaruhi oleh El Nino maupun La Nina. “Indeks ENSO saat ini berada pada kondisi netral, sehingga tidak ada pengaruh signifikan dari fenomena global tersebut,” jelasnya.

Untuk beberapa hari ke depan, BMKG memprediksi potensi hujan masih akan terjadi di Bali. “Dalam sepekan ke depan masih ada potensi hujan ringan hingga sedang yang terjadi secara tidak merata di seluruh wilayah Bali,” ujarnya.

Ia menambahkan, tidak meratanya hujan tersebut berarti hujan tidak terjadi secara luas di seluruh wilayah dalam waktu yang bersamaan. BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca.

Masyarakat diharapkan menyiapkan perlengkapan seperti payung atau jas hujan saat beraktivitas, serta melindungi diri dari paparan sinar ultraviolet. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk mulai mempersiapkan ketersediaan air menghadapi musim kemarau mendatang, serta selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....