Puncak Kemarau, Karangasem Berpotensi Alami Krisis Air Bersih
- 12 Agt 2026 12:34 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Karangasem - Karangasem menjadi salah satu Kabupaten di Bali yang rawan mengalami krisis air bersih saat puncak musim kemarau. Warga di daerah rawan seperti Kecamatan Kubu, Abang dan Seraya Karangasem bahkan harus berjalan jauh atau membeli air tangki karena sumur, embung, serta pasokan PDAM mengering dan terganggu.
Kalaksa BPBD Kabupaten Karangasem I Made Aditya Sugiharta kepada RRI.CO.ID di Karangasem mengatakan, krisis air bersih menjadi salah satu kondisi yang rentan dialami Kabupaten Karangasem, karena sumber mata air yang mengering. Ia menjelaskan, saat puncak kemarau, debit mata air dan embung penampungan hujan menyusut akibat kemarau panjang. Selain itu, infrastruktur di sejumlah wilayah juga terbatas dengan jaringan pipa air bersih sering tidak mengalir maksimal ke dataran tinggi yang tandus.
Bahkan sejumlah wilayah juga belum memiliki sumber alternative seperti sumur bor atau santitasi berbasis masyarakat yang memadai. “Kalau terjadi krisis air bersih, BPBD Karangasem menyalurkan ribuan liter air bersih ke wilayah rawan kekeringan. Distribusi ini dilakukan berdasarkan permohonan dari desa yang warganya kesulitan mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Aditya Sugiharta mengungkapkan, saat puncak kemarau, warga di desa Datah Kecamatan Abang seringkali menempuh perjalanan hingga 2 kilometer ke mata air yang debitnya kecil. Sedangkan wilayah Seraya Timur dan Seraya sering mengalami kesulitan air akibat sumber baku yang menyusut.
Selain itu, Kecamatan Kubu juga menjadi langganan kekeringan tahunan karena minimnya sumber air tanah. “Karangasem menjadi daerah rawan krisis air bersih saat puncak musim kemarau. Bahkan warga di Kecamatan Kubu, Abang dan Seraya Karangasem harus rela menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan air bersih,” tuturnya.
Karangsem menjadi wilayah rawan bencana hidrometeorologi kering saat puncak musim kemarau. Sejumlah wilayah rentan mengalami krisis air bersih dan kekeringan karena menyusutnya debit air di sumber mata air. BPBD Karangasem aktif menyalurkan ribuan liter air bersih ke wilayah rawan kekeringan seperti kecamatan Kubu, Abang dan Seraya yang menjadi fokus drop-off.
Saat puncak kemarau, warga di wilayah tersebut cenderung mengandalkan bantuan karena sumur atau sumber air lokal mulai mengering.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....