Mahasiswa Unud Siap Turun Lagi jika Sampah Bali Tak Kunjung Tertangani
- 22 Apr 2026 21:37 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Badan Eksekutif Mahasiswa Pemerintahan Mahasiswa Universitas Udayana menilai respons pemerintah terhadap tuntutan penanganan sampah di Bali belum sepenuhnya memuaskan. Hal ini disampaikan usai dialog antara mahasiswa dengan pihak pemerintah dan DPRD Provinsi Bali.
Presiden Mahasiswa BEM PM Unud, I Gusti Agung Ngurah Oka Paramahamsa, kepada RRI.CO.ID, Rabu, 22 April 2026 mengungkapkan bahwa secara langsung pemerintah telah menyatakan kesediaan untuk menindaklanjuti tuntutan yang disampaikan mahasiswa.
“Secara langsung disampaikan bahwa tuntutan ini akan dipenuhi, ditandatangani juga di policy brief kita dan memang akan segera ditindaklanjuti,” ujarnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut belum cukup memberikan kepastian tanpa adanya implementasi nyata di lapangan.
“Respons itu belum membuat kami puas karena tentunya dialog ini tidak hanya berhenti di kata-kata, tapi kita butuh bukti nyata dan tidak hanya janji manis belaka,” ungkapnya.
Sebagai langkah lanjutan, mahasiswa berencana melakukan kegiatan bersih-bersih lingkungan dalam waktu dekat sebagai bentuk uji komitmen pemerintah terhadap gerakan masyarakat.
“Kita akan mencoba memberikan tes ketika kita melakukan giat bersih-bersih ini apakah betul-betul pemerintah mengatensi kegiatan kita, apakah betul-betul dibantu,” jelasnya.
Ia juga menyoroti potensi permasalahan apabila sistem pengelolaan sampah tetap menggunakan pola lama tanpa adanya evaluasi dan fasilitas yang memadai.
“Kalau sistemnya masih kumpul angkut buang, tidak ada monitoring evaluasi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup, tidak ada fasilitas yang mumpuni, ini akan menjadi permasalahan nantinya,” katanya.
Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal perkembangan dari tuntutan yang telah diajukan, termasuk meminta kejelasan progres pelaksanaannya dalam waktu dekat.
“Kita akan menuntut kejelasan terkait tentang pelaksanaan dari tuntutan-tuntutan kita sudah sejauh mana atau progresnya sampai mana,” ujarnya.
Apabila tidak ada respons konkret dari pemerintah, BEM PM Unud menyatakan siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.
| Baca juga: Dua Delegasi Unud Lolos ke Peksiminas 2026 |
“Kita akan siap melaksanakan aksi kembali, bahkan dengan jumlah massa yang lebih besar dan tekanan yang lebih kuat,” tegasnya.
Dalam aksi sebelumnya, jumlah massa yang terlibat diperkirakan mencapai 150 hingga 200 orang.
Sebagai penutup, mahasiswa menyampaikan harapan kepada pemerintah agar seluruh tuntutan dapat direalisasikan secara terbuka dan transparan, serta dapat diakses oleh masyarakat luas.
“Harapannya pelaksanaan ini terbuka dan semua masyarakat memiliki hak untuk mendapat informasi soal penyelesaian permasalahan sampah ini,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk turut berperan aktif dalam pengelolaan sampah berbasis sumber dengan menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle.
“Gunakanlah opsi pembuangan sebagai pilihan terakhir dan mari bersama-sama bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan sampah ini,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....