Strategi Adaptasi Jadi Kunci Lembaga Penyiaran Hadapi Disrupsi Digital
- 22 Apr 2026 10:17 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Lembaga penyiaran menghadapi tantangan besar di tengah pesatnya perkembangan media digital. Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana, Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, kepada RRI di Denpasar, Rabu 22 April 2026 menyebut perubahan teknologi dan perilaku audiens menjadi faktor utama yang harus diantisipasi.
Menurutnya, kemajuan teknologi memang memudahkan, namun tidak semua lembaga penyiaran siap beradaptasi dengan perangkat dan sistem baru. Di sisi lain, tantangan terbesar adalah mempertahankan audiens, karena kini persaingan tidak hanya terjadi antar media penyiaran, tetapi juga dengan individu yang dapat menyebarkan informasi melalui media sosial dan internet.
“Tantangan saat ini adalah menarik audiens di tengah persaingan yang tidak hanya antar lembaga penyiaran, tetapi juga dengan individu di media sosial, sehingga audiens semakin terpecah.” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat audiens semakin terpecah dan memiliki banyak pilihan dalam mengakses informasi. Amanda menilai, langkah masuk ke media digital harus dilakukan secara hati-hati, karena jika tidak tepat, justru dapat mengalihkan penonton dari platform utama seperti televisi dan radio, yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan iklan.
“Pendapatan utama berasal dari iklan yang bergantung pada audiens, sementara minat generasi muda terhadap televisi menurun. Karena itu, media perlu memanfaatkan media sosial secara cerdas sebagai pemicu untuk menarik audiens kembali ke tayangan utama,” jelasnya.
Ia menambahkan, strategi yang dapat dilakukan adalah memanfaatkan media sosial sebagai pemicu untuk menarik audiens kembali ke tayangan utama. Dengan adaptasi yang cerdas, lembaga penyiaran diharapkan mampu bertahan sekaligus menjaga loyalitas audiens di tengah disrupsi digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....