Puluhan Gempa Guncang Bali, Namun Tidak Dirasakan Masyarakat
- 19 Apr 2026 05:27 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Pasca diguncang puluhan Gempabumi pada awal bulan April 2026, wilayah Bali dan sekitarnya kembali dilanda gempa bumi pada periode minggu kedua bulan April ini. Stasiun Geofisika Denpasar mencatat telah terjadi 99 kejadian gempabumi yang didominasi gempa dangkal terjadi di Bali dan wilayah sekitarnya.
Str. Geof Pmg Ahli Stasiun Geofisika Denpasar Muhammad Azany Harits kepada RRI.CO.ID di Denpasar mengatakan, puluhan gempa bumi yang mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya itu sebagian besar merupakan gempa dangkal dengan magnitudo bervariasi mulai dari 1.0 sampai 4.8. Ia menjelaskan, kejadian gempabumi dengan magnitudo kurang dari 3 sebanyak 90 kejadian atau 91% dari total kejadian gempabumi.
Sedangkan gempa bumi dengan mangnitufo kurang dari 3 hingga kurang dari 5 sejumlah 9 kejadian atau 9% dari total kejadian gempabumi dan tidak terdapat kejadian gempabumi dengan magnitudo lebih dari 5. “Puluhan Gempabumi kembali mengguncang Bali dan wilayah sekitarnya sepanjang periode minggu ke dua bulan April 2026. Namun tidak dirasakan masyarakat Bali karena gempa yang terjadi didominasi gempa dangkal,” ujarnya.
Sementara, berdasarkan kedalaman gempa, Muhammad Azany Harits mengungkapkan, kejadian gempabumi kurang dari 60 km sebesar 82% dari total kejadian gempabumi. Ia menjelaskan, gempabumi dangkal sebanyak 81 kejadian gempabumi, terdapat 16 kejadian gempabumi dengan kedalaman menengah antara 60 - 300 km atau 16% dari total kejadian gempabumi, dan kejadian gempa dalam sejumlah 2 kejadian atau 2% dari total kejadian gempabumi.
“Kedalaman gempa yang terjadi sebagian besar kurang dari 60 km, gempa dengan kedalaman menengah hanya 16 persen dari total gempa yang terjadi dan 2 persen merupakan gempa dalam,” tuturnya.
Berdasarkan data Stasiun Geofisika Denpasar selama minggu ke-2 bulan April 2026, di daerah Bali dan sekitarnya telah terjadi 99 kejadian gempabumi. Selama periode ini, gempabumi yang terjadi tercatat 37 kejadian gempabumi melanda selatan Pulau Jawa, Bali, dan Lombok yang berasosiasi dengan subduksi Indo Australia-Eurasia, serta 63 kejadian gempabumi menyebar di wilayah Pulau Bali, Lombok dan sekitarnya yang berkaitan dengan sesar di belakang busur Flores dan aktivitas sesar aktif. Selama periode ini tidak terdapat kejadian gempabumi yang dirasakan masyarakat di Bali dan wilayah sekitarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....