Nol Kasus Baru, LSD di Jembrana Mulai Terkendali

  • 15 Apr 2026 08:46 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Jembrana - Kabar baik bagi para peternak di Kabupaten Jembrana. Memasuki pertengahan April 2026, serangan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) pada ternak sapi dilaporkan mulai melandai. Otoritas kesehatan hewan setempat mengonfirmasi tidak ada lagi penambahan kasus baru di lapangan.

Kepala Bidang Keswan-Kesmavet Kabupaten Jembrana, Gusti Ngurah Putu Sugiarta, menyatakan bahwa dari total 35 ekor sapi yang sempat terjangkit di awal kemunculan wabah, sebagian besar telah menunjukkan progres positif. "Untuk kasus LSD di Kabupaten Jembrana sampai bulan April ini sudah mulai menurun dan tidak ada penambahan kasus baru. Meski demikian, beberapa ternak masih dalam tahap penyembuhan," ujar Sugiarta, Selasa 14 April 2026.

Sebelumnya, virus ini sempat terdeteksi di enam desa yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Kecamatan Jembrana, Kecamatan Negara, Kecamatan Mendoyo dan Kecamatan Melaya. Beruntung, wilayah Kecamatan Pekutatan hingga saat ini dilaporkan masih steril atau belum terdampak oleh penyebaran virus kulit berbenjol tersebut.

Guna memutus rantai penularan secara total, Pemerintah Kabupaten Jembrana telah mengalokasikan sebanyak 3.940 dosis vaksin LSD. Hingga saat ini, sebanyak 2.100 dosis telah disuntikkan kepada ternak warga, sementara sisanya terus dikebut setiap hari Kamis dan Jumat.

Selain vaksinasi, pengawasan ketat di pintu keluar-masuk wilayah tetap menjadi prioritas utama. Sugiarta menegaskan pihaknya tidak ingin kecolongan dengan adanya mobilisasi ternak dari zona terdampak.

Langkah preventif yang dilakukan meliputi monitoring lapangan, Petugas aktif memantau kondisi fisik ternak di kantong-kantong populasi sapi. Selain itu, ternak yang berstatus suspect dilarang keras untuk diperjualbelikan atau dipindahkan antarwilayah.

Pembagian tugas vaksinasi diatur secara sistematis (Senin-Rabu untuk Rabies, Kamis-Jumat untuk PMK dan LSD) agar penanganan lebih efektif. Meski situasi membaik, pemerintah tetap mengimbau peternak untuk segera melapor jika menemukan gejala klinis pada ternak mereka agar penanganan dini dapat segera dilakukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....