Diversifikasi Pangan Strategi Krusial untuk Ketahanan Pangan Nasional

  • 07 Apr 2026 14:43 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Kemarau panjang dan kering yang diprediksi melanda wilayah Bali pada April 2026 mengharuskan sinergitas semua pihak untuk menjaga ketahanan pangan. Salah satu strategi krusial yang harus dilakukan yakni diversifikasi pangan.

Hal itu diungkapkan Pengamat Pertanian Bali Profesor Ketut Suamba saat dikonfirmasi RRI.CO.ID di Denpasar, Selasa 7 April 2026. Menurutnya, kemarau panjang berpotensi memicu gagal panen, sehingga diperlukan peralihan konsumsi ke komoditas non-beras dan peningkatan produksi tanaman yang tahan kekeringan.

Prof. Suamba menjelaskan, menguatkan ketahanan pangan desa melalui diversifikasi tanaman berbasis pada kebutuhan masyarakat lokal menjadi salah satu langkah yang harus dilakukan. Ia tidak memungkiri, diversifikasi pangan masih menghadapi sejumlah kendala terutama akibat kebiasaan masyarakat mengonsumsi nasi dan sulit beralih ke pangan alternative lain seperti umbi – umbian

“Diversifikasi pangan menjadi strategi krusial menjaga ketahanan pangan nasional. Terutama saat menghadapi kemarau panjang yang mengancam produksi padi. Karena dari segi gizi, umbi – umbian juga memiliki kandungan gizi yang sama dengan nasi,” ujar Prof.Suamba.

Prof. Suamba mengatakan, edukasi dan sosialisasi diversifikasi pangan harus terus dilakukan agar masyararakat mau beralih ke karbohidrat alternatif yang lebih tahan kering seperti singkong, talas, sagu, kentang, jagung, dan pisang. “Strategi diversifikasi pangan menjadi hal krusial untuk menjaga ketahanan pangan di tengah kemarau panjang,”Prof. Suamba.

Diversifikasi pangan bukan sekadar penggantian karbohidrat, tetapi strategi untuk membangun kemandirian pangan nasional agar tidak tergantung pada satu jenis pangan. Untuk mendukung diversifikasi pangan tersebut, masyarakat diimbau memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk produksi pangan mandiri.

Sementara dalam setor pertanian, petani disarankan menanam tanaman palawija yang memerlukan sedikit air di musim kemarau, sehingga ketahanan pangan terjaga dengan terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....