Urbanisasi Pasca Lebaran ke Bali Meningkat, Akademisi Soroti Dampak Sosial

  • 31 Mar 2026 14:16 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Arus urbanisasi ke Bali, khususnya Kota Denpasar, diperkirakan kembali meningkat pasca Lebaran, seiring tingginya daya tarik sektor pariwisata sebagai sumber ekonomi utama daerah. Dosen Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas), Nyoman Subanda kepada RRI.CO.ID, Jum’at, 27 Maret 2026 mengatakan fenomena kedatangan penduduk pendatang ke Bali merupakan pola tahunan yang terus berulang.

“Setiap tahun Bali, termasuk Denpasar, selalu menjadi tujuan pendatang dari berbagai daerah seperti Jawa dan Madura karena peluang kerja yang tersedia cukup besar,” ujarnya.

Menurutnya, sektor pariwisata yang masih menjadi andalan perekonomian Bali membuka banyak peluang, terutama di sektor informal seperti transportasi online dan usaha kuliner. Ia menjelaskan, sebagian besar pendatang umumnya telah memiliki rencana kerja, baik bergabung dalam usaha milik kerabat maupun membuka usaha mandiri.

“Pendatang biasanya sudah mengetahui peluang yang ada, sehingga tidak selalu menambah angka pengangguran secara signifikan,” jelasnya.

Namun demikian, peningkatan jumlah penduduk juga berpotensi menimbulkan berbagai persoalan sosial, seperti kemacetan, penumpukan sampah, hingga potensi konflik sosial. “Kerawanan sosial seperti pencurian, penjambretan, hingga konflik antarwarga juga perlu diwaspadai,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi dampak tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan aparat di tingkat lokal, seperti kepala lingkungan, lurah, serta perangkat desa adat. Selain itu, penertiban administrasi kependudukan dinilai penting untuk menjaga ketertiban tanpa menimbulkan stigma negatif terhadap Bali sebagai daerah yang terbuka.

“Penertiban ini bukan untuk mengusir, tetapi untuk memastikan tertib administrasi dan menjaga keamanan bersama,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin merantau ke Bali agar tidak hanya mencari penghidupan, tetapi juga menjaga norma sosial dan ketertiban. “Masyarakat pendatang diharapkan menjaga kebersihan, ketertiban, serta menghormati budaya lokal demi menjaga citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....