Sekda Denpasar Tekankan Sinergi dan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Daerah

  • 30 Mar 2026 16:03 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, menekankan pentingnya sinergi, akuntabilitas, dan penguatan kapasitas aparatur dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan dan aset daerah. Hal tersebut disampaikan saat memimpin apel disiplin di lingkungan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Denpasar, Senin 30 Maret 2026.

Apel yang digelar di halaman Kantor BPKAD itu diikuti jajaran pejabat struktural dan staf, sebagai momentum memperkuat komitmen profesionalisme aparatur pemerintah. Dalam arahannya, Eddy Mulya menyampaikan apresiasi atas kedisiplinan dan kinerja pegawai BPKAD, sekaligus menegaskan bahwa apel bukan sekadar rutinitas, melainkan ruang untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi.

“Apel pagi ini menjadi momentum untuk memperkuat ruang sinergi. Kedisiplinan yang ditunjukkan hari ini mencerminkan profesionalisme sebagai abdi negara,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar agar seluruh jajaran terus menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas pemerintahan. Eddy Mulya juga memaparkan empat poin strategis sebagai fokus penguatan kinerja BPKAD.

Pertama, penguatan struktur pengelolaan keuangan berbasis fiskal guna meningkatkan kemandirian daerah. “Pendapatan daerah harus dikelola secara cerdas agar kemandirian fiskal semakin kuat,” katanya.

Kedua, penataan belanja daerah yang proporsional dan tepat sasaran, sehingga setiap anggaran yang dikeluarkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat sesuai prioritas pembangunan. Ketiga, peningkatan akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan. Menurutnya, setiap proses harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral dengan menjunjung prinsip transparansi, tanggung jawab, dan keadilan.

Keempat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui koordinasi, harmonisasi, bimbingan teknis, serta rekonsiliasi secara berkala. “BPKAD merupakan OPD yang sangat vital. Indikator kinerja pemerintah daerah salah satunya diukur dari tata kelola keuangan dan aset. Karena itu, peningkatan kapasitas tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan keuangan dan aset daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan tidak dapat dilakukan secara parsial. “Tanpa sinergi, kita akan mudah mencapai titik jenuh. Namun dengan kolaborasi, beban seberat apa pun akan terasa lebih ringan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Kota Denpasar, Ni Putu Kusumawati, menyampaikan apresiasi atas arahan yang diberikan Sekda. Ia menilai, hal tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan tata kelola keuangan yang akuntabel dan transparan.

“Arahan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat pengelolaan keuangan dan aset daerah secara profesional,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....