Geopolitik Global Berdampak terhadap Pariwisata Karangasem

  • 28 Mar 2026 11:38 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Karangasem - Pariwisata di Kabupaten Karangasem menjadi salah satu sektor yang terdampak dengan terjadinya geopolitik global konflik di Timur Tengah. Dampak itu dirasakan sektor plesiran ujung Timur Pulau Dewata ini sejak awal tahun 2026 yang ditandai dengan penurunan kunjungan dan ketidakpastian di industri perjalanan.

Bahkan terjadi pembatalan kunjungan dari sejumlah wisatawan mancanegara akibat situasi yang tidak menentu. Hal itu diakui Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Kabupaten Karangasem I Wayan Kariasa saat dikonfirmasi RRI di Karangasem, Sabtu 28 Maret 2026.

Ia mengungkapkan, krisis geopolitik di Timur Tengah telah memicu gelombang pembatalan kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali yang berpengaruh pada destinasi di Kabupaten Karangasem. Wayan Kariasa mengatakan, situasi yang tidak menentu menimbulkan kekhawatiran dan memengaruhi persepsi risiko di kalangan wisatawan internasional, sehingga wisatawan lebih memilih untuk tidak bepergian.

“Geopolitik global konflik Timur Tengah berdampak terhadap sektor pariwisata di Karangasem. Dampak itu dirasakan sejak awal 2026 dengan penurunan kunjungan wisatawan dan ketidakpastian di industri perjalanan,” ujar Wayan Kariasa.

Wayan Kariasa mengatakan, lesunya kunjungan wisatawan mancanegara, berdampak signifikan terhadap okupansi hotel di Karangasem. Ia mengungkapkan, tingkat keterisian kamar hotel di Karangasem periode Januari hingga awal Maret 2026 hanya dikisaran 30 persen.

“Kami pelaku pariwisata pastinya berharap ada sejumlah kebijakan dari Pemerintah untuk menggeliatkan sektor pariwisata dengan fokus sasaran wisatawan domentik,” tuturnya.

Konflik Timur Tengah mulai berdampak terhadap sektor plesiran di Pulau Dewata khususnya pariwisata di Karangasem. Geopolitik global itu menimbulkan kekhawatiran dan memengaruhi persepsi risiko di kalangan wisatawan internasional yang memicu sejumlah pembatalan kunjungan wisatawan.

PHRI Kabupaten Karangasem melaporkan adanya penurunan tingkat hunian hotel (okupansi) akibat dampak dinamika global. Para pelaku industri pariwisata berharap adanya kebijakan untuk menjaga ketahanan sektor plesiran Pulau Dewata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....