Cegah Karhutla, BPBD Karangasem Petakan Daerah Rawan

  • 19 Agt 2026 15:01 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Karangasem - Musim kemarau yang kering dan panjang berdampak signifikan terhadap kondisi wilayah di Karangasem yang rawan mengalami kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan. Kecamatan Kubu, Abang dan Karangasem tercatat sebagai daerah yang paling rentan mengalami kebakaran ilalang dan lahan kering. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem bahkan memetakan sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat puncak musim kemarau sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi.

Kalaksa BPBD Karangasem I Made Aditya Sugiharta kepada RRI.CO.ID di Karangasem mengatakan, pemetaan wilayah menjadi langkah krusial dalam mitigasi bencana karena bisa memperlihatkan zona rawan, jalur evakuasi, dan lokasi aman sebelum terjadi bencana. Ia menjelaskan, pemetaan kecamatan Kubu dengan wilayah langganan utama titik rawan kebakaran lahan, kecamatan Abang dengan kondisi vegetasi kering yang mudah terbakar serta kecamatan Karangasem yang masuk dalam zona pengawasan ketat potensi kekeringan.

Aditya Sugiharta menyebut, pemetaan wilayah juga akan mengedukasi masyarakat untuk mengenali kondisi daerah rawan bencana hidrometeorologi, mengetahui jalur evakuasi yang aman serta memudahkan pemasangan alat pantau di titik rawan. “Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem memetakan sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat puncak musim kemarau. Kecamatan Kubu, Abang dan Karangasem tercatat sebagai daerah yang paling rentan mengalami kebakaran ilalang dan lahan kering,” ujarnya.

Aditya Sugiharta mengungkapkan, masyarakat juga menjadi penentu mitigasi bencana salah satunya dengan tidak sembarangan membakar sampah karena percikan sisa pembakaran mudah terbakar dan terbawa angin. Terlebih wilayah kering yang rentan terbakar selama puncak kemarau. Masyarakat juga diimbau segera melapor jika melihat tanda - tanda kebakaran atau titik api.

“Saat ini puncak kemarau tentu saja potensi kekeringan dan krhutla sangat tinggi terutama di daerah rawan kekeringan. Jangan sembarangan membakar sampai yang berpotensi akan memicu percikan api, kami harapkan masyarakat juga proaktif melaporkan jika melihat tanda – tanda kebakaran,: tuturnya.

Sejak Maret lalu, Kabupaten Karangasem sudah memasuki musim kemarau yang mencapai puncaknya Agustus – September 2026. Saat puncak kemarau, selain ancaman kebakaran, BPBD Karangsem juga mengingatkan potensi kekeringan. Terlebih, pertengahan tahun diprediksi akan terjadi fenomena El Nino kategori lemah yang memicu cuaca semakin kering. Kondisi ini berpotensi berdampak pada ketersediaan air bersih di Tanah Aron.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....