Relawan Kumpulkan Setengah Ton Sampah di Mangrove Batu Lumbang

  • 27 Mar 2026 11:04 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar — Aksi bersih-bersih hutan mangrove kembali dilakukan oleh sejumlah relawan di kawasan Pantai Batu Lumbang, Denpasar. Kegiatan ini digagas oleh komunitas Gagasan Pemuda Bali dan melibatkan berbagai relawan, termasuk dari Social Project Bali.

Selain aksi bersih lingkungan, kegiatan juga diisi dengan edukasi serta interaksi langsung dengan masyarakat setempat, termasuk nelayan di kawasan mangrove. Relawan Social Project Bali, Habiba Nabila Zahro kepada RRI.CO.ID, Senin, 23 Maret 2026 mengatakan keterlibatannya dalam kegiatan ini didorong oleh keinginan untuk berkontribusi langsung dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem mangrove.

“Saya ingin berkontribusi langsung menjaga kelestarian mangrove, karena ekosistem ini sangat penting sebagai pelindung pesisir dan habitat biota,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, relawan menemukan bahwa sampah plastik, terutama kemasan makanan dan minuman sekali pakai, masih menjadi jenis sampah yang paling mendominasi di kawasan mangrove. “Yang paling banyak ditemukan itu sampah kemasan makanan dan minuman, serta plastik sekali pakai,” jelas Habiba.

Selain berasal dari aktivitas masyarakat sekitar, sampah juga ditemukan sebagai kiriman dari aliran sungai yang bermuara ke kawasan mangrove. Dalam proses pembersihan, relawan menghadapi sejumlah tantangan, terutama karena pengambilan sampah dilakukan menggunakan kano di kondisi air pasang.

“Kita pakai kano, jadi gerak terbatas. Sampah yang tersangkut di pohon mangrove sulit dijangkau,” tambahnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, relawan menyarankan agar kegiatan dilakukan saat kondisi air surut sehingga memudahkan proses pembersihan dan lebih aman bagi relawan. Lebih lanjut, Habiba menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah, mengingat dampaknya yang besar terhadap lingkungan.

“Sampah yang dibuang ke sungai tidak hilang, tapi akan menumpuk di tempat lain seperti mangrove dan merusak ekosistem,” tegasnya.

Ia juga menilai aksi bersih mangrove tidak cukup dilakukan setahun sekali, melainkan perlu dilakukan secara rutin, minimal sebulan sekali. Berdasarkan data di lapangan, sebanyak 553 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dalam satu kali aksi, namun jumlah tersebut belum mampu membersihkan seluruh area mangrove.

Melalui kegiatan ini, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan plastik serta aktif menjaga kebersihan lingkungan demi keberlanjutan ekosistem pesisir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....