Bag Komposter Jadi Solusi, Pemkot Denpasar Edukasi Warga Kelola Sampah dari Rumah
- 23 Mar 2026 09:14 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pemerintah Kota Denpasar bersama Tim Penggerak PKK menggencarkan edukasi pengelolaan sampah berbasis sumber dengan membagikan bag komposter kepada warga di Denpasar Timur. Langkah ini menjadi upaya konkret menekan timbulan sampah rumah tangga, khususnya menjelang kebijakan pembatasan sampah organik di TPA.
Kegiatan sosialisasi tersebut digelar di Banjar Peken, Desa Sumerta Kaja, serta Banjar Kedaton, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Minggu 22 Maret 2026. Selain pembagian bag komposter, kegiatan juga dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih lingkungan yang melibatkan masyarakat setempat.
Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menegaskan bahwa peran keluarga, terutama ibu rumah tangga, sangat penting dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Ia mengajak masyarakat untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik serta memanfaatkan bag komposter di rumah. “Saya sendiri sudah menggunakan bag komposter di rumah. Ini langkah kecil, tetapi sangat berdampak. Jika dimulai dari diri sendiri, sampah organik tidak akan menumpuk,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan, seperti membawa tas belanja sendiri dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Terlebih, mulai 1 April 2026, TPA Suwung tidak lagi menerima sampah organik sehingga pengelolaan dari sumber menjadi kebutuhan mendesak.
Sementara itu, Kabid Tata Lingkungan dan Pertamanan DLHK Denpasar, Ida Ayu Widhiyanasari, menjelaskan penggunaan bag komposter untuk mengolah sampah organik rumah tangga, seperti sisa makanan, sayur, dan kulit buah. Namun, ia mengingatkan agar limbah seperti tulang, minyak, dan susu tidak dimasukkan ke dalam komposter karena dapat menimbulkan bau.
“Jika digunakan dengan benar, kompos bisa dipanen dalam waktu sekitar satu bulan. Ini solusi sederhana untuk mengurangi timbulan sampah rumah tangga,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahaya membakar sampah plastik yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan, serta mengajak masyarakat untuk konsisten dalam memilah sampah. Perbekel Desa Sumerta Kaja, I Gusti Ngurah Mayun, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkot Denpasar melalui program pembagian bag komposter.
Ia menyebut desa juga telah mengembangkan program teba modern serta mengoptimalkan TPS3R sebagai bagian dari upaya pengurangan sampah. “Kami berharap penanganan sampah ini dapat dilakukan bersama-sama dengan dukungan masyarakat. Paling tidak, kita bisa menekan timbulan sampah dari sumber,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....