Jelang Lebaran, Cabai di Jembrana Tembus Rp120 Ribu
- 11 Mar 2026 22:05 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Jembrana - Tekanan ekonomi menjelang Hari Raya Idulfitri dan rangkaian upacara Nyepi mulai dirasakan warga Kabupaten Jembrana. Harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Umum Negara terpantau melonjak tajam, dengan cabai rawit sebagai komoditi yang paling mencekik kantong masyarakat.
Pantauan di lapangan menunjukkan harga cabai rawit kini bertengger di kisaran Rp100.000 hingga Rp120.000 per kilogram. Tingginya harga ini memaksa para pedagang memutar otak agar dagangan mereka tetap terbeli.
"Agar harga bisa ditekan, saya terpaksa mencampur cabai kualitas bagus dengan yang kualitas sedang atau 'putihan'. Dengan begitu, saya bisa jual di kisaran 70 sampai 80 ribu rupiah," ujar Ni Wayan Muliada, salah satu pedagang bumbu dapur.
Tak hanya cabai, komoditas penting lainnya juga ikut merangkak naik, seperti Minyak Goreng Kemasan: Naik dari Rp15.000 menjadi Rp17.000 per liter.
Telur Ayam: Melonjak dari Rp48.000 menjadi Rp55.000 per krat (isi 30 butir). Gula Pasir: Mengalami kenaikan tipis namun konsisten di atas Rp16.700 per kilogram.
Para pedagang menyebutkan bahwa minimnya pasokan akibat gagal panen di sejumlah daerah produsen menjadi pemicu utama meroketnya harga cabai. Di sisi lain, permintaan pasar justru sedang berada di titik tertinggi karena berdekatan dengan momen Idulfitri dan kebutuhan ritual keagamaan di Bali.
| Baca juga: Idul Adha, Ribuan Pemudik Padati Gilimanuk |
Kondisi ini dikeluhkan oleh pembeli, salah satunya Ketut Mancrut asal Desa Mendoyo. Meski berat, ia mengaku tidak memiliki pilihan lain. "Mau bagaimana lagi, walau mahal tetap dibeli karena kebutuhan untuk persiapan upacara Yadnya," tuturnya.
Masyarakat kini berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan intervensi pasar guna menstabilkan harga sebelum memasuki puncak hari raya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....