BKSDA Bali Lepas Satwa di Buyan-Tamblingan
- 28 Feb 2026 08:02 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Buleleng - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali (BKSDA) Bali bersama Yayasan Pecinta Alam dan Kemanusiaan Bali (PPS) Bali melepasliarkan delapan satwa liar di kawasan TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan Kamis, 26 Februari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi untuk Kelestarian Satwa Bali, Sepenuh Hati Alam Bali” sebagai wujud sinergi multipihak dalam menjaga keanekaragaman hayati Pulau Dewata.
Adapun satwa yang dilepasliarkan terdiri dari satu ekor Elang Brontok, satu ekor Elang Ular Bido, dua ekor Landak Jawa, dan empat ekor Luwak. Satwa-satwa tersebut berasal dari hasil sitaan BKSDA Bali serta serahan masyarakat.
Sebelum dilepasliarkan, seluruh satwa telah menjalani proses rehabilitasi di PPS Bali dan habituasi untuk memastikan kesiapan beradaptasi di habitat alaminya. Selain itu, dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kajian kesesuaian habitat guna mendukung kelangsungan hidup satwa setelah kembali ke alam liar.
Kepala Balai KSDA Bali, Ratna Hendratmoko, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial. “Konservasi bukan hanya tentang menyelamatkan satwa, tetapi juga membangun kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab bersama. Pelepasliaran ini bukan sekadar melepas satwa ke habitatnya. Kami bersama mitra akan terus melakukan monitoring pasca pelepasliaran selama beberapa bulan ke depan untuk memastikan keberhasilannya. Karena jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” tegas Ratna.
Sementara itu, Kelian Banjar Tamblingan menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. “Bagi masyarakat Tamblingan, hutan dan danau bukan hanya ruang hidup secara fisik, tetapi juga memiliki nilai spiritual, budaya, dan warisan leluhur yang harus dijaga. Semoga pelepasliaran ini menjadi wujud nyata Tri Hita Karana di Pulau Bali,” ujarnya.
Perwakilan PPS Bali juga menyampaikan terima kasih atas sinergi yang terjalin bersama BKSDA Bali. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga, dan masyarakat dinilai menjadi kunci efektivitas upaya pelestarian alam secara berkelanjutan.
Kawasan TWA Danau Buyan-Danau Tamblingan dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena dinilai memiliki karakteristik habitat yang sesuai dan mampu mendukung keberlangsungan hidup satwa. Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Universitas Udayana, perangkat adat Tamblingan, kelompok masyarakat, organisasi lingkungan, serta aparat keamanan dan media.
Pelepasliaran ini diharapkan dapat memperkuat populasi satwa liar di kawasan Buyan-Tamblingan sekaligus menjadi langkah nyata konservasi berbasis kolaborasi di Bali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....