Revitalisasi Bala Sikep Angkat Tradisi Desa Munggu di Pesta Kesenian Bali
- 30 Jul 2026 06:38 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar - Komunitas Seni Grahasta Bawera, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, menghadirkan garapan revitalisasi kesenian klasik bertajuk “Bala Sikep” dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Pementasan tersebut menjadi upaya melestarikan sekaligus memperkenalkan kembali warisan seni tradisi Desa Adat Munggu kepada masyarakat luas.
Ketua Komunitas Seni Grahasta Bawera, I Kadek Sugiarta, Kepada RRI.CO.ID, Senin, 6 Juli 2026 mengatakan garapan yang dibawakan tahun ini bertujuan mengangkat kembali nilai-nilai budaya yang hidup di Desa Adat Munggu melalui revitalisasi kesenian klasik. “Garapan yang kami tampilkan berjudul Bala Sikep. Tujuan utamanya adalah mengangkat tradisi Desa Adat Munggu agar tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, pementasan tersebut merupakan bagian dari penampilan Duta Kabupaten Badung dalam kategori revitalisasi kesenian klasik di PKB. Selain menampilkan nilai-nilai tradisi, garapan ini juga melibatkan generasi muda sebagai bentuk regenerasi pelaku seni. Sugiarta menjelaskan, seluruh penampil didominasi anak-anak muda Desa Munggu.
Keterlibatan mereka menjadi bukti bahwa regenerasi kesenian tradisional terus berjalan, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya daerahnya. Persiapan pementasan dilakukan selama kurang lebih tiga bulan.
Sebanyak 36 seniman terlibat, terdiri atas 22 penabuh gamelan, delapan penari Baris, dua penyanyi atau gerong, serta empat penari Topeng. Meski demikian, proses latihan tidak lepas dari berbagai tantangan.
Sugiarta mengungkapkan, kesibukan para anggota yang sebagian masih berstatus mahasiswa dan pekerja menjadi kendala utama dalam mengatur jadwal latihan bersama. “Tantangan terbesar kami adalah mengatur waktu latihan karena sebagian anggota masih kuliah dan bekerja. Namun, berkat komitmen bersama, seluruh proses dapat berjalan hingga akhirnya tampil di PKB,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, serta Listibiya Kabupaten Badung yang telah memberikan kepercayaan kepada komunitasnya untuk menjadi Duta Kabupaten Badung pada PKB tahun ini. Sugiarta berharap kesempatan tampil di panggung PKB dapat terus diberikan kepada lebih banyak komunitas seni maupun sanggar yang selama ini belum memperoleh kesempatan.
“Harapan kami, pada Pesta Kesenian Bali tahun depan semakin banyak komunitas seni dan sanggar yang diberi kesempatan tampil, sehingga pelestarian seni tradisi dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak generasi muda,” ujarnya.
Melalui revitalisasi kesenian klasik “Bala Sikep”, Komunitas Seni Grahasta Bawera berharap warisan budaya Desa Munggu tetap lestari sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menjaga identitas budaya Bali di tengah perkembangan zaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....