Ratusan Guru di Bali Ikuti Kelas Kecerdasan Buatan

  • 22 Feb 2026 08:19 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar - Mafindo Wilayah Bali bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Bali resmi melaksanakan Kelas Kecerdasan Artifisial - AI Goes To School. Kegiatan ini merupakan sebuah program unggulan dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO).

Kegiatan tersebut bertujuan untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota selama 18 bulan. Program ini didukung oleh mitra strategis seperti Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB), serta bekerja sama dengan pemangku kepentingan lokal untuk memastikan implementasi yang efektif di setiap wilayah yakni dalam hal ini Kanwil Kemenag (Islam) Provinsi Bali.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini secara online melalui zoom meeting yaitu 180 guru jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) setara SD, Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara SMP, dan Madrasah Aliyah (MA) setara SMA se-Provinsi Bali. Melalui pelatihan ini, para guru diajak untuk memahami Teknologi Kecerdasan Artifisial (KA), Etika dalam pemanfaatan KA, Manajemen Prompt, Pemanfaatan KA untuk pembelajaran kreatif, Pemanfaatan KA untuk pengelolaan kelas, serta Pemanfaatan KA untuk peningkatan kinerja dan Administrasi.

Selain itu, program ini juga menyediakan akses ke platform Learning Management System (LMS) Mafindo Institute yang memungkinkan guru mengakses materi pelatihan secara fleksibel dan berkelanjutan. Acara pembukaan dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan Islam Isyatir Rodiyah, S.Ag.

Isyatir Rodiyah dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui pembelajaran AI Goes To School memberi banyak manfaat bagi para guru di era digital. Kelas pelatihan AI bukan sekadar belajar teori, tapi langsung dipraktekkan bersama supaya mudah dipahami .

“Di satu sisi AI dapat mempermudah pekerjaan para guru seperti membuat RPP modul ajar, dll,” katanya.

“Saya sangat berharap kelas seperti ini diadakan secara rutin dari tingkat dasar hingga tingkat lanjut, agar masyarakat Bali semakin tangguh terhadap gempuran misinformasi berbasis AI,” lanjutnya.

Sementara itu, Koordinator Mafindo Wilayah Bali, Dimas Fadhilah Aprilian Santosa, S.M., menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Mafindo untuk memerangi hoaks dan disinformasi melalui literasi digital yang lebih mendalam. "Mafindo tidak hanya fokus pada bagaimana mengenali hoaks, tetapi juga bagaimana memanfaatkan teknologi dengan bijak. AI memiliki potensi luar biasa untuk membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang personal, efisien, dan efektif.,” jelasnya.

“Namun, kami juga menyadari pentingnya edukasi tentang risiko yang menyertainya, seperti hoaks yang dihasilkan AI. Melalui program ini, kami ingin membekali para guru agar mereka menjadi lebih kritis dan mampu memanfaatkan teknologi ini dengan cerdas, bijak, dan berdampak,” imbuhnya.

Pelaksanaan kegiatan ini adalah perwujudan nyata dari komitmen Kabid Pendidikan Islam melalui Kanwil Kemenag Provinsi Bali dalam mendukung peningkatan kompetensi digital para guru. Dengan berbekal pengetahuan dari pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi agen perubahan dan percontohan dalam penerapan kurikulum berbasis teknologi.

Kegiatan ini juga diharap dapat memitigasi potensi dampak negatif, seperti penyebaran disinformasi yang sering menyertai perkembangan teknologi informasi. Kolaborasi antara Mafindo dan Kanwil Kemenag Provinsi Bali ini menjadi model ideal dalam upaya pemerataan literasi digital dan teknologi hingga ke akar rumput pendidikan khususnya Kabid Pendidikan Islam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....