Edukasi dan Fasilitas Kunci Atasi Krisis Sampah
- 21 Feb 2026 14:42 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Persoalan sampah di Bali dinilai masih berjalan di tempat dan belum menunjukkan penyelesaian menyeluruh. Di sejumlah titik di Denpasar, tumpukan sampah mulai terlihat seiring kondisi TPA yang semakin penuh dan rencana penutupan.
Menurut pegiat lingkungan I Komang Sudiarta, persoalan sampah saat ini masih sebatas berpindah lokasi tanpa solusi konkret dari hulu hingga hilir. Program penanganan di sumber memang telah digalakkan, namun belum seluruh sampah dapat diselesaikan di tingkat masyarakat.
“Kalau kita lihat secara menyeluruh, persoalan sampah ini masih dalam proses memindahkan masalah saja dan belum ada pergerakan yang benar-benar menyelesaikan,” ujar I Komang Sudiarta.
I Komang sudiarta menambahkan, rendahnya kesadaran masyarakat menjadi tantangan besar dalam pengelolaan sampah, bahkan untuk hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya. Setelah sampah dipilah, menurutnya, masih muncul kebingungan terkait proses lanjutan dan lokasi pengolahan.
“Edukasi saja tidak cukup kalau tidak dibarengi fasilitas dan solusi di hilirnya. Setelah dipilah, sampah itu mau dibawa ke mana dan diproses bagaimana, ini yang masih menjadi kebingungan,” katanya.
Sebagai bentuk aksi nyata, pihaknya akan menggelar kegiatan bersih pantai dan edukasi di Pantai Matesari pada Minggu 22 Februari 2026. Kegiatan tersebut menyasar sekolah dan pelaku UMKM di sekitar pantai agar mampu mengelola sampah secara mandiri di lingkungannya.
Komang sudiarta juga menekankan perlunya percepatan penyediaan tempat pengolahan sampah di tingkat desa guna mencegah praktik pembakaran sampah rumah tangga. Penanganan sampah, tegasnya, membutuhkan kolaborasi pemerintah dan masyarakat dengan dukungan fasilitas serta edukasi berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....