Rumah Singgah Denpasar: Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

  • 20 Feb 2026 09:09 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID,Denpasar – Upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kota Denpasar kini memasuki babak baru. Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) resmi mengoperasikan Rumah Singgah di Jalan Gatot Subroto IVF.

Rumah Singgah ini dihadirkan sebagai ruang aman dan ramah untuk konsultasi, ruang bermain anak, hingga ruang edukasi, khususnya bagi perempuan dan anak yang membutuhkan pendampingan. Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, saat meninjau langsung fasilitas tersebut, Kamis 19 Februari 2026, menyampaikan bahwa keberadaan Rumah Singgah menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan layanan yang lebih humanis.

“Masyarakat Denpasar kini memiliki tempat pelayanan yang ramah untuk perempuan dan anak, khususnya dalam hal kesehatan mental. Harapannya, Rumah Singgah ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat Denpasar,” ujarnya.

Peninjauan Rumah Singgah ini juga dirangkaikan dengan Gebyar Pelayanan KB dan konseling gratis yang digelar dalam rangka HUT ke-238 Kota Denpasar, bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Bali. Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Denpasar, I Gusti Agung Sri Wetrawati, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Denpasar dalam memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak, sekaligus mewujudkan keluarga berkualitas melalui pelayanan KB gratis.

“Pelayanan KB ini hasil kerja sama Pemkot Denpasar dengan BKKBN Provinsi Bali. Ini juga sebagai upaya menciptakan pertumbuhan penduduk yang seimbang di Kota Denpasar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sri Wetrawati mengungkapkan bahwa Rumah Singgah juga akan menjadi rujukan bagi anak-anak dengan gejala kurang gizi atau indikasi stunting. Orang tua dapat berkonsultasi secara intensif terkait pola asuh dan pemenuhan gizi anak.

Rumah Singgah ini dilengkapi tenaga profesional seperti ahli gizi, dokter, psikolog, dan tenaga pendamping lainnya. Selain menangani kasus stunting, layanan juga mencakup pendampingan psikologis, khususnya terkait kesehatan mental.

“Kita mengetahui bahwa kasus bunuh diri di Bali saat ini cukup tinggi. Jika di sekolah atau di masyarakat ditemukan warga dengan gejala depresi, dapat dirujuk ke sini, atau melalui layanan Denpasar Menyama Bagia,” imbuhnya.

Dengan beroperasinya Rumah Singgah ini, Pemerintah Kota Denpasar berharap upaya perlindungan perempuan dan anak semakin komprehensif, tidak hanya dari sisi fisik dan sosial, tetapi juga kesehatan mental dan kualitas keluarga secara menyeluruh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....