Sambut Nyepi, Desa Adat Kuta Gelar Festival Seni Budaya XIV

  • 17 Feb 2026 10:50 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Kuta - Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta ke-14 akan kembali digelar pada tahun 2026. Kegiatan ini menjadi agenda tahunan dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi sekaligus ajang pelestarian seni dan budaya masyarakat Kuta.

Ketua Sabha Yowana Desa Adat Kuta, Anak Agung Gede Ngurah Manik Dirgayusa, S.M., kepada RRI.CO.ID mengatakan festival tahun ini menghadirkan sejumlah rangkaian kegiatan sejak Januari hingga Maret 2026. Selain lomba ogoh-ogoh, pemilihan Jegeg Bunga Desa menjadi salah satu agenda utama yang melibatkan 13 banjar di Desa Adat Kuta.

“Seperti pada umumnya, yaitu ada lomba ogoh-ogoh. Nah, cuma untuk di Festival Seni Budaya Desa Adat Kuta yang tahun ini, kami di Desa Adat Kuta ada beberapa rangkaian acara. Pertama, ada Jegeg Bunga Desa Adat Kuta, yaitu pemilihan Jegeg Bunga Desa. Jadi, pemilihan pemudi untuk mencari pemudi-pemudi terberbakat di Desa Adat Kuta yang diwakili oleh per banjarnya masing-masing. Jadi, di Kuta ini ada 13 banjar,” ujarnya.

Manik Dirgayusa menambahkan, rangkaian kegiatan dimulai dengan penilaian ogoh-ogoh pada 28 Februari, dilanjutkan arak-arakan saat pengerupukan di Jalan Legian. Setelah Nyepi, Pasar Majelangu digelar di Pantai Kuta yang dirangkai dengan lomba beleganjur, pembukaan UMKM, serta grand final Jegeg Bunga Desa dan pengumuman juara.

“Dilanjutkan dengan Lomba Penilaian Ogoh-ogoh Juri Bali. Itu akan kami lakukan pada tanggal 28 Februari. Kami ke banjar-banjar untuk menilai ogoh-ogohnya. Nah, saat pengerupukan, rangkaian acaranya dari sore jam 3, kami dan 13 sekaa membawa ogoh-ogohnya di Jalan Legian. Setelah itu Nyepi, di Ngembak Geninya pada tanggal 20 dan 21, kami mengadakan Majelangu, yaitu Pasar Majelangu di shelter Pantai Kuta,” jelasnya.

Sabha Yowana berharap ke depannya festival ini mendapat dukungan pendanaan lebih optimal dari pemerintah, karena selama ini masih mengandalkan kas Desa Adat Kuta dan sponsor. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus menjaga eksistensi budaya di tengah dinamika pariwisata Kuta.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....