Kosala Bali Gencarkan Edukasi Remaja Cegah HIV dan Narkoba

  • 17 Feb 2026 11:02 WIB
  •  Denpasar

RRI.CO.ID, Denpasar – Kosala Bali terus menggencarkan edukasi kesehatan bagi remaja melalui penyuluhan di sekolah, komunitas, hingga kelompok masyarakat sebagai upaya menekan risiko HIV, penyalahgunaan narkoba, dan berbagai persoalan kesehatan reproduksi. Ketua Pengurus Kosala Bali, Suprihartini Sulaeman, kepada RRI.CO.ID, Senin 16 Februari 2026 mengatakan kepedulian yayasan terhadap edukasi kesehatan berangkat dari pengalaman pribadi pendirinya yang bersentuhan langsung dengan persoalan kesehatan anak.

Dari awalnya hanya berupa kelompok dukungan sebaya, kini berkembang menjadi yayasan agar manfaatnya menjangkau masyarakat lebih luas, khususnya kalangan remaja. “Promosi kesehatan harus dilakukan terus-menerus. Yang belum tahu menjadi tahu, yang sudah tahu diingatkan, dan yang ingat diharapkan bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman remaja terkait kesehatan reproduksi masih perlu diperkuat karena setiap generasi baru akan menghadapi tantangan yang sama. Oleh sebab itu, edukasi tidak bisa dilakukan hanya sekali, melainkan berkelanjutan melalui seminar, pelatihan, maupun penyuluhan langsung ke sekolah dan komunitas.

Kosala Bali juga bersifat terbuka terhadap berbagai kalangan, mulai dari siswa, kelompok PKK, hingga organisasi kepemudaan. Kegiatan edukasi dapat dilakukan atas undangan maupun inisiatif yayasan sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung program pemerintah meningkatkan kesehatan remaja.

Dalam pelaksanaannya, Kosala Bali kerap berkolaborasi atau melengkapi edukasi yang telah diberikan lembaga lain seperti Badan Narkotika Nasional dan Komisi Penanggulangan AIDS, dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan sesuai kebutuhan remaja. Selain penyuluhan formal, Kosala Bali membina komunitas remaja, salah satunya “Cening Bergerak”, sebagai ruang belajar bersama.

Melalui komunitas ini, remaja tidak hanya mendapatkan informasi kesehatan, tetapi juga keterampilan lain seperti literasi keuangan dan pemanfaatan media digital, sehingga lebih percaya diri dan tangguh menghadapi tantangan zaman. Suprihartini menegaskan, pendekatan yang fleksibel dan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan edukasi.

“Kami tidak mudah menyerah. Jika satu cara belum berhasil, kami cari cara lain agar edukasi tetap sampai ke remaja,” katanya.

Melalui berbagai program tersebut, Kosala Bali berharap dapat membentuk generasi muda yang sehat secara fisik, kuat secara mental, serta mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab bagi masa depannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....